Arsip

Posts Tagged ‘terima kasih’

Surat dari punggawa kepada Bapak Insinyur…….

Disebuah pesta kecil perpisahan sederhana bagi Tim Rep Powerplant 6 di ujung timur Indonesia setelah masa kerja proyek disana selesai.

Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera kembali lagi ke kantor pusat dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang harian proyek yang telah bekerja cukup lama dengan kami.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,

“Yang terhormat Bapak Insinyur,

Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

Terima kasih Pak Insinyur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Insinyur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

Terima kasih Pak Insinyur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan.

Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Insinyur buat saya.

Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Insinyur berada.

Amin.”

Setelah sejenak keheningan menyelimuti halaman teras mess, serentak tepuk tangan menggema memenuhi teras mess kami.

Diam-diam Pak Insinyur mengusap genangan airmata di sudut mata, terharu mendengar ungkapan hati seorang tenaga harian proyek yang selama ini . Pak Insinyur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si Tenaga harian tersebut.

Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, dalam sejarah sepenggal cerita Perjalanan Rep Powerplant di ujung timur Indonesia.

Tiga kata kata ajaib “terima kasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif.

Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama sebagai Team Work yang solid.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Ujung timur Indonesia

Rep. Powerplant

Iklan

Makna dari ucapan “ Terima kasih “

15 Maret 2013 1 komentar

Saya teringat sekitar sembilan tahun empat bulan yang lalu, ketika saya masih sangat muda dan baru mulai merasakan kerasnya dunia yang sesungguhnya, sesuai dengan cita2 sewaktu masih taman kanak-kanak sebagai seorang Civil Engineer ( seperti kata si Doel Anak sekolahan sebagai “Tukang Insinyur” ) dengan menggunakan sepatu safety dengan helm kuning. Kala itu sekitar pertengahan bulan November 2003.

 

————-

Sudah jalan lebih dari sembilan tahunan saya tidak pernah melupakan sesuatu dan sering saya dengar yang sering diucapkan bukan dengan saya saja tetapi dengan orang lain yang notabene adalah bawahannya di setiap akhir perkataannya ataupun tegurannya, yaitu dua kata  “ terima kasih “. Dan setiap perintah kita (dan memang kita sebagai bawahannya ), selalu didahului ucapkan kata “ tolong “  Dari sinilah aku baru menyadari dan arti dan makna dua kata tsb.

Entah disadari ataupun tidak sebuah kata “ terima kasih “  dan “ tolong “ bukan hanya sebuah ucapan saja tetapi  lebih dari itu adalah  suatu bentuk penghargaan kita terhadap orang lain.

————-

Sesaat pas di warung kelontong langganan kami didepan lokasi proyek,  tak kala kehabisan “ bahan bakar” istilah kami disini menyebutnya yaitu rokok filter isi 16 batang yang berasal dari kota kelahiranku, saat itu banyak pembeli yang datang, dan kulihat orang tua sekitar usia lima puluhan terlihat tidak sabar menunggu kembalian uang belanjaan, mungkin penjualnya usia setengah baya dan sendirian jadi mungkin agak bingung melihat agak banyak pembeli. Dan dengan kulihat tangan kanan bapak itu memegang sebatang rokok dan dengan tangan kirinya dia mengulurkan tangannya mengambil kembalian dari ibu warung tsb, dan langsung pergi begitu saja.  Aku hanya menghela nafas panjang saja melihat hal itu, dalam hatiku berkata ( apa sih susahnya ambil kembalian dengan tangan kanan dan ucapkan kata terima kasih).

Memang itu hak orang tsb, tetapi alangkah indahnya dunia ini bila kita saling menghargai orang lain yang dimulai dengan langkah kecil dan sederhana yaitu ucapan “ terima kasih “ dan “tolong” ? Karena sesungguhnya inti dari kehidupan ini adalah rasa; Rasa saling menghargai, menyegani dan menyayangi. Bagaimana bisa kita ingin dihargai dan di hormati orang lain, kalau kita sendiri tidak mau menghargai orang lain?

Bagaimana dengan kalian sobat Rep. Powerplant?

Medio, 14 Maret 13

————-

Kategori:Diarry Ku Tag: