Arsip

Posts Tagged ‘Tenggarong’

Sejarah Kabupaten Kutai Kartanegara

8 Maret 2013 2 komentar

 

Kabupaten Kutai merupakan kelanjutan dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Setelah Republik Indonesia berdiri, pada tahun 1947 Kesultanan Kutai Kartanegara dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk kedalam Federasi Kalimantan Timur bersama-sama daerah Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir. Kemudian pada 27 Desember 1949 masuk dalam Republik Indonesia Serikat.

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa tingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No.3 Th.1953.

Berdasarkan UU No.27 Tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai dihapus dan daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:
1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Pada tahun 1995 Kabupaten Kutai menjadi salah satu Daerah Percontohan Pelaksanaan Otonomi Daerah, berdasarkan PP No.8 Tahun 1995 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Kepada Daerah Tingkat II Percontohan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No.47 Th.1999, yakni:
1. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong
2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar
3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sangatta
4. Kota Bontang dengan ibukota Bontang

Istilah Kabupaten Kutai Induk sering digunakan untuk membedakan antara Kabupaten Kutai hasil pemekaran dengan Kabupaten Kutai yang lama. Pada Musyawarah Nasional yang pertama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang diadakan di Tenggarong pada tahun 2000, Presiden RI Abdurrahman Wahid yang membuka Munas tersebut mengusulkan agar Kabupaten Kutai hasil pemekaran menggunakan nama Kabupaten Kutai Kartanegara, mengingat kota Tenggarong juga merupakan ibukota dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tanggal 23 Maret 2002, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menetapkan penggunaan nama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang "Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara".

Sumber :  http://dpukukar.triasta.com/cont.php?cid=3

Iklan

Dari Merangkak…kemudian Berjalan…baru Berlari. (Nasehat dari Ayahku)

Areal Stone Crusher

Area Batu ( Sebelum )

Setting Alat…dan Pembukaan lahan

Batu setelah di Crusher

Hidup ini memang penuh perjuangan dan berliku…..kadang melewati jalan yang lurus, ada saatnya untuk belok karena di depan ada lubang, kadang berhenti sesaat karena kita butuh istirahat….
Begitulah kira2 filosofi bagi yang sedang mau berusaha. Contohlah seperti anak bayi dari lahir….dari merangkak…….berjalan…….kemudian berlari.  Begitulah kira2 orang sedah mulai jalankan usaha…..yang penting Berusaha…..berusaha…….jangan takut gagal. Karena kseperti pepatah ” Kegagalan adalah Awal dari Kesuksesan “. Usaha itu kalau tidak ” Untung ya Rugi “ yang penting adalah ” JANGAN PERNAH MENYERAH “

Kerjasama dengan Paman, kami juga Menyewakan Unit Alat berat Loader ( Kapasitas Bucker 1,5m3 )…….Melayani penjualan Batu Crusher ( Sesuai Permintaan ) bisa untuk bangunan dan perbaikan jalan2 untuk pertambangan, Batu Pecah Biasa ( Manual )…..dan Melayani penjualan Batu Belah,  Pasir Mahakam, Juga bisa membuka jasa Contraktor  Untuk sementara di sekitaran Tenggarong – Kab. Kutai Kartanegara…….Bila Sobat2 ada permintaan dan kebutuhan material bisa contak saya, terutama di daerah Tenggarong, Sebulu, Muara Kaman, Kota Bangun dan sekitaran Tenggarong.

Taman Wisata Pulau Kumala

15 November 2011 1 komentar
Taman Wisata Pulau Kumala

image

Pulau Kumala merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dimulai pada tahun 2000, Pulau Kumala dibangun menjadi kawasan wisata. Namun sejak Bupati Syaukani Hasan Rais, yang membangun pulau ini, terjegal kasus korupsi pada tahun 2006, pembangunan Pulau Kumala menjadi mangkrak.
Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh kurang lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam.
Obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektar ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan.

 

Source : http://www.wisatanesia.com