Arsip

Posts Tagged ‘Proyek’

Proyek # 1

23 Agustus 2013 1 komentar

Berjuang melawan hidup…….dan mencoba kerasnya alam West Borneo, inilah yang sekarang mencoba menembus batas.

Mencoba berusaha bertumpu pada kaki sendiri tidak segampang dan semudah yang kita bayangkan, kita berjalan seperti orang yang berjudi atas keadaan.

Awal pertama kali sebelum keadaan lokasi proyek.

Sebuah Fuel Storaged 100 KL untuk perusahaan pertambangan di Site Keham  Kab Kutai Kartanegara.

Lika liku perjalanan menuju lokasi proyek bilamana hujan melanda, walaupun hanya 5 menit saja, tetapi memuat jalana menjadi licin.

Semua dengan keadaan keterbatasan…termasuk menanak nasi sendiri di hutan.

Sayangnya diluar perhitungan saya, tambang di site tsb ditutup areal dikarenakan akses jalannya tidak ada untuk jalan Houling batu bara ( belum clear dgn pemilik jalan tambang ), jadi banyak kontrak yang akhirnya belum ada kejelasan kelanjutannya dan begitu juga dengan tagihan keuanganya yang pada awalnya bagus tepat waktu sesuai kesepakatan, tetapi seiring perjalanannya untuk tagihan ke 2 dan ke 3 agak terganggu (lama) tidak sesuai dengan perjanjian awalnya. ( Sleepy smile)

Tidak ada yang bisa memastikan bila usaha itu  berhasil atau tidak, walaupun secara matematis proyek tsb memperoleh keuntungan, tetapi seiring perjalanan ada hal yang diluar dugaan saya yaitu site tambangnya ditutup. Pelajaran yang saya ambil dan usaha kita tidak bisa mengetahuinya apa yang terjadi kedepannya, apakah itu usaha itu berhasil ataupun tidak, tetapi setidaknya kita sudah berusaha walaupun pada akhirnya kita belum berhasil ( not sucses Crying face), tetapi yang namanya usaha itu adalah  Jangan pernah menyerah…terus mencoba dan mencoba……..dengan sabar dan dengan doa tentunya. AminStar

 

Tepi Mahakam……

East Borneo site Keham – Kukar

Iklan

“Hidup kita” seperti sebuah Proyek yang Kita Kerjakan Sendiri

Seorang Punggawa Rep Powerplant bermaksud untuk pulang kampung ( resign) dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi skala nasional. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, mau mecoba hidup di lingkungan baru tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari2 dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang punggawa terbaiknya. Ia lalu memohon pada punggawa tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya sebelum benar benar pulang kampung.

Punggawa tsb mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti dan segera pulang. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang di minta.

Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si punggawa.

“Ini adalah rumahmu, hadiah dari kami.” katanya lagi.

Betapa terkejutnya si punggawa tsb. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si punggawa tsb. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita mengawasi jalannya sebuah pembangunan proyek. Mari kita selesaikan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam Seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

 

Lakukan yang terbaik hari ini……tetap semangat……

Salam hangat,

Rep. Powerplant

Kategori:Diarry Ku Tag:,

Teknik “5 Whys “ dalam mencari Akar Masalah dalam dunia proyek

18 Maret 2013 1 komentar

Setelah 180 hari bergelut Rep. Powerplant 7, pagi ini, Om Boss  marah gara-gara masalah yang sepele tetapi penting bagi kontraktor lain yaitu  masalah foundation yang sudah terselesaikan 1 bulan yang lalu belum di erection steel structurenya.

Cerita di atas hanya salah satu contoh, dimana dalam keseharian, lebih sering mendahulukan marah daripada memecahkan suatu masalah. Daripada cepet tua gara-gara keseringan marah, lebih baik kita cari akar masalah di atas dengan teknik 5 whys ( mengapa ). Teknik ini sangat sederhana dalam mencari akal permasalahan, cukup memberikan pertanyaan “mengapa” 5 kali pada setiap masalah atau fakta yang terjadi.

Fakta : Steel structure nya belum bisa di erection.

  1. Mengapa 1 : Mengapa sampai gak bisa di erection?
    Jawab 1 : Karena mur di angkurnya tidak komplit.
  2. Mengapa 2 : Mengapa murnya sampai tidak komplit?
    Jawab 2 : Karena habis stoknya di site.
  3. Mengapa 3 : Mengapa sampai tidak tahu kalau habis stoknya?
    Jawab 3 : Karena kita tidak mengecek dan mengontrol.
  4. Mengapa 4 : Mengapa tidak ada tim yang mengeceknya dan mengontrol?
    Jawab 4 : Karena kita kekurangan tenaga di cek list pekerjaan.
  5. Mengapa 5 : Mengapa sampai kita kekurangan tenaga cek list?
    Jawab 5 : Karena kita efisienkan jumlah tenaga kerja

Kesimpulan, mur habis, akibat tidak ada yang mengontrol. Jadi solusinya adalah mulai saat ini, kasih tenaga kerja yang khusus untuk cek list pekerjaan mur, agar mur tidak kehabisan.

Kesimpulan, mur habis, akibat tidak ada yang checklist saat steel structurnya belum di erection. Solusinya, harus dibuat sistem dan penambahan tim untuk checklist, sehingga dikemudian hari saat steel structure akan di erection, sehingga sistem tetap berjalan secara otomatis, sehingga tidak sampai kehabisan mur. Begitu contoh kecilnya dan berlaku untuk hal hal yang lainnya.

Bagaimana dengan sobat  Rep Powerplant di lain project? sudah kah menerapkan sistem “ 5 why”?

Kategori:Teknik Sipil Tag:

Suka duka seorang “ Punggawa Proyek”

16 Maret 2013 12 komentar

Kenapa saya membuat judul “ Suka duka seorang punggawa proyek “, karena beginilah kehidupan nyata yang kami alami, dan mungkin juga yang sobat Rep. Powerplant dimana pun kalian berada juga  alami…sebagai sesama punggawa, dalam payung Rep. Powerplant, karena disinilah kita terbentuk dalam menghadapi berbagai macam persoalan baik, persolan pribadi maupun persoalam team. Dalam menyatukan visi dan misi yang dibentuk dari berbagai macam karakter dan latar belakan yang berbeda. Itulah seninya dunia proyek.

Karena mungkin berguna bagi rekan2 senasib seperjuangan dan sobat2 Rep Powerplant dan generasi penerus semangat engineer, sebagai wacana sebelum benar2 terjun ke dalam dunia Proyek.

————-

Sisi Suka sebagai punggawa Proyek :

  1. Dengan mengikuti proyek, maka bisa dipastikan pula bahwa kita pun turut mengikuti kemana  proyek itu berada dan menambah wawasan kita dengan berinteraksi dengan lingkungan luar yang berbeda karakter dan membangun ulang dengan tim yang berbeda, dan proyek yang berbeda.

  2. Banyak orang bilang bahwa penghasilan orang proyek itu besar. ( besar ataupun kecil masalah gaji adalah relatif )

  3. Dengan bekerja di proyek, kita bisa menambah pengalaman yang tidak kita dapatkan dalam dunia pendidikan, yaitu cara menyatukan visi dan misi dari berbagai karakter yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh, ( sebagai team work ) dan mengambil keputusan cepat disaat itu juga dengan pertimbangan2 yang matang sebagai seorang engineer.

  4. Kita bisa banyak belajar sambil bekerja untuk menimba ilmu yang bermanfaat dan dikemudian hari kita bisa ambil manfaatnya untuk melakukan usaha mandiri. ( menambah wawasan dan relasi kerja )

Sisi Duka sebagai punggawa Proyek :

  1. Kemungkinan besar bila yang masih lajang(bujangan) tidak menjadi masalah untuk meninggalkan kampung halaman dan keluarga dalam waktu yang lama, namun bisa jadi masalah bila yang sudah berkeluarga terutama yang sudah memiliki anak. ( akan diprotes karena jarang dirumah ).

  2. Kebanyakan Proyek menggunakan sistem kalender ( tidak ada hari libur ) dan kerja selama 24 jam non stop, jadi siap siap saja menghabiskan seluruh hidup di proyek.

  3. Belajar dan harus bisa itu yang harus dilakukan dan hukumnya wajib, karena kita bila tidak bisa akan tertinggal dengan yang lain. Karena sekarang banyak proyek sudah menggunakan teknologi yang tercanggih pada saat itu.

  4. Kehidupan bermasyarakat akan berkurang, karena banyak waktu kita dihabiskan di lokasi proyek.

  5. Bagi yang sudah berkeluarga dan di proyek yang jauh, akan lama ditinggal dan mungkin akan pulang setiap 3 bulan sekali dengan libur 10 hari, tetapi dengan proyek yang dekat dengan keluarga ada kemungkinan kita berangkat pagi pagi dan akan pulang larut malam dan anak istri sudah tertidur.

  6. Banyak yang bilang bahwa karyawan Proyek tampak “wow” dalam penghasilan, padahal juga sama saja dengan yang lain. ( bagi yang masih punya moral ).

  7. Banyak yang bilang dan menyebut kita sama seperti “ Bang Toyib” yang jarang pulang rumah, suka minum minuman keras, dan suka main perempuan.

    Adapun itu semua adalah cara pandang kita yang berbeda, dan semoga sebagai punggawa proyek bisa menerima  dan menjalaninya dengan lapang dada, termasuk anggota keluarganya.  Karena suka dan duka pasti akan datang menghampiri kita, dan itu adalah persoalan dan masalah kita, karena kita jauh dari keluarga juga hasilnya untuk keluarga dan tujuan kita adalah baik dan mulia, karena kita seorang engineer sebagai roda dan motor penggerak pembangunan bangsa ini, sehingga negara kita bisa makmur tentunya. Jadi selamat berkarya dan terus berkarya dan Lakukanlah yang terbaik hari ini untuk menjadikan negara kita lebih baik dan maju dengan mengisi pembangunan ini.  Semoga***

Memahami dan Menghargai Pekerja Proyek

27 November 2011 2 komentar

 

Tulisan ini berangkat dari komentar seorang kawan, yang menulis tentang pekerja proyek. Menghadapi dan memahami pekerja proyek merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto

Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto.

Kebanyakan dari pekerja proyek -diluar level managerial-, adalah mereka yang menjadikan pekerjaanya sebagai pilihan terakhir dari banyak pilihan pekerjaan atau karena mereka memang tak punya pilihan lain. Jika anda melamar pekerjaan sana-sini ditolak dan berbelit-belit, segeralah datang ke sebuah lokasi proyek, mintalah pekerjaan pada seorang mandor, niscaya tanpa syarat yang berbelit-belit anda akan segera memiliki pekerjaan baru.

Dengan tingkat pendidikan rata-rata paling dasar, kebanyakan dari mereka cenderung menerima apa adanya situasi kerja yang mereka hadapi dan memiliki kecenderungan mudah emosi apabila diperlakukan sedikit saja tidak hormat atau dilecehkan. Mereka pun, punya kecenderungan lain yang tak terlalu peduli pada keselamatan kerja mereka sendiri.

Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai

Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai

Situasi yang dipenuhi aroma serba “terpaksa” tersebut, diperparah dengan sistim pengupahan yang seringkali tak berpihak pada mereka. Gaji harian seorang pekerja proyek di bali -sebagai gambaran- berkisar antara 30-35 ribu rupiah. Kisaran nilai gaji harian itu dinilai oleh mandor dan kurang lebihnya ditaksir berdasarkan pengalaman kerja, sementara penilaian itu sendiri bersifat subjektif dari mandor yang mempekerjakannya.

Tentu sebagaian dari kita akan bertanya, kenapa mandor? dan bukannya perusahaan atau kontraktor yang menggaji? Jawaban untuk itu akan jauh lebih panjang dan keluar konteks dari tulisan ini. Diwaktu lain, akan kita lihat bagaimana hubungan kerja yang umum terjadi dalam sebuah proyek.

Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng

Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng

Jika pekerjaan ada dan kondisi kesehatan memungkinkan, mereka bekerja rata-rata 8 jam per hari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Dengan asumsi mereka dibayar 30ribu per hari, perbulan maksimal mereka bisa memperoleh penghasilan 900ribu rupiah dipotong biaya makan dan dipotong lagi oleh mandornya. Sisanya? Dikirim ke kampung untuk anak istri. Di lokasi proyek sendiri, mereka tinggal di bedeng-bedeng yang jauh dari nyaman, berjubel jubel dan kontras dengan apa yang mereka kerjakan. Mereka bekerja untuk membangun sebuah bangunan -misalnya- yang megah dan di desain untuk kenyamanan hidup yang tinggi. Terbayang bagaimana mereka menjalani hidupnya?

Dari banyak pengalaman yang bisa disimak, diperlukan trik-trik khusus untuk menghadapi pekerja proyek. Intruksi yang pasti dan perlakuan yang bersahabat adalah kata kunci terpenting. Perilaku pengawas atau pelaksana proyek yang arogan, cenderung sok atau terlalu merendahkan pekerja proyek, seringkali berujung pada melayangnya palu atau batu ke kepala mereka sendiri.

Pekerja proyek, akan merasa tersanjung apabila mereka di perlakukan manusiawi, diperlakukan bersahabat dan terkadang, di dengar pendapatnya atau sesekali diberi pujian. Mereka bisa terima gaji rendah, tapi tidak perlakuan yang tidak manusiawi. Pendekatan yang paling mudah dan menggairahkan mereka adalah makan gratis. Maka, sesekali, antarkan beberapa kilo ikan untuk mereka bakar plus beberapa krat beer. Niscaya besoknya pekerjaan terasa mulus.

 

Opini From : http://bungtekno.com/opini/memahami-dan-menghargai-pekerja-proyek/trackback/

Perjalanan Hidupku part 4

15 September 2010 1 komentar

Samarinda,  28 Mei 2007

Inilah perjalanan Powerplantku ke 4, masih didaerah Kalimantan Timur juga,  di sebuah kota yang lebih ramai dan padat daripada Tenggarong, masih di perusahaan yang sama yaitu PT. Sumalindo dengan PT Kalimantan Powerindo, mereka mengembangkan sayap dengan menambah unit Powerplant berkapasitas 1 x 7,5 MW di daerah Loajanan – Samarinda Seberang. Di Head Office ini kekurangan power untuk kebutuhan pabrik kayu tsb…..kira2 60 menit dari kota Tenggarong sedah sampai ke kota Samarinda.

Ini bangunan pemanas atau yang di sebut Boiler.

Kami disini bersama Mr. Andi Jablay dan Mr. Wag-Wag.

Kami cuma bertiga  dan dibantu dengan sekitar 75 tenaga kerja yang kita datangkan dari Jawa dan sebagian dari tenaga lokal dsini…untuk pemerataan…

Ini structur boiler dengan Mesin dari Shandong China. Semua yang di sini dari produksi Shandong China…..

Termasuk unit Turbinnya…disini kami Kontruksi Civilnya dan untuk mekanikalnya dan elektriknya dari PT Judhi Sakti Serang.

Dari sini proyek selama lbh kurang 13 Bulan sudah keluar powernya….

Di samarinda, kita lbh suka karena untuk peralatan dan material bahan lebih mudah dan lebih komplit ada di Toko…..jadi ini yang menyebabkan proyek tsb lebih cepat selesai dibanding proyek Powerplant yang sebelumnya..

Di Samarinda inilah disela2 kerja dan kita manfaatkan untuk waktu luang yang lain..

Disini kami melanjutkan hubungan dengan Cewek yang aku kenal di Tenggarong tahun lalu…..karena jaraknya dekat aja sekitar 20 menit naik kendaraan bermotor. Aku ada di Loajanan Samarinda sebrang dan dia ada di Sei Kunjang Samarinda…..Disini kita sering jalan ke Mall SCP….dan di tepian sungai mahakam…disini juga Powerplant ke 5 yaitu di berkapasitas 1 x 6,5 di PT. RKL di seberang Mahakam juga berjalan….bersamaan dengan di Loajanan.

Ini suasana dan kantor Proyek……suasana dan tempatnya sederhana saja, di bekas GOR milik Perusahaan tsb di bagi beberapa Tempat atau disekat untuk Tim Kontraktor yang lain, jadi kantor kita 1 atap yang memudahkan untuk saling berkomunikasi antar Perusahaan.

Inilah Mr. Andi Jablay dan aku berpose diatas Crane Tandano 50ton untuk kami Erektion Steel Structur PowerHouse dan lainnya untuk Powerplan 4 dan 5 ini.

Mr. WagWag begitu kami menyebutnya…….bagian dari Tim Powerplant ini……Dan dari sinilah kita mendapatkan istilah bagi kita2 Rep. Powerplant,  sejak dari inilah sering kami menyebut Rep Powerplant yang memberi nama adalah Mas Dani teman kami yang bekerja di PT SLJ dan sering main kekantor kita untuk urusan kerja sambil ngobrol kesana kemari…….

Disini sebagai pengawas dari Perusahaan PT SLJ

Adalah unit TDD, tampak disamping adalah

Mr Didik L ( Berbaju putih )

Ini salah satu Tim TDD ( Mr Supri Adiono )

dia adalah Teman seperjuangan dahulu semasa masih kuliah di Kampus Putih UMM..

Kami tak sengaja bertemu di lokasi Proyek dengan berbendera berbeda…..saya sebagai Tim PT Teguh Karya ( Kontraktornya ) dan Supri ( Sebagai Pemilik Proyek PT SLJ ) jadi kita seperti reunian aja…………dan di samping itu ada Mr. Zen dari Shandong sebagai Supervisi dari perusahaan China yang mempunyai mesinnya tsb. Saya banyak belajar mmengenai disiplin kerja dan bagaimana cara kerja yang baik tentunya dan yang penting minim kesalahan dan cepat dan tepat………..


Doc. Foto Perpisahan dengan Bp. H. Indra ( Tengah baju hitam ) dengan Tim TDD………….

Beliau sangat saya kagumi dengan cara kerjanya yang cepat dan tepat………dengan dua Powerplant PT SLJ inilah beliau pimpin………………Kalau Bpk Membaca ataupn tulisan ini……saya mau ucapkan …Semoga sukses dan terima kasih banyak atas Dorongannya selama ini………….