Arsip

Posts Tagged ‘Kehidupan’

Semua “ tentang “……

Dalam kehidupan ini memang banyak larangan. Namun banyak larangan sering  kali justru membuat kita ingin melakukannya. Entah kenapa? Penasaran atau tertantangkah?

Di dalam ajaran agama memang terdapat banyak larangan atau pantangan. Yang pasti tujuannya adalah demi kebaikan.

Ada nasihat dari Sang Guru berkenaan dengan hal ini:

Terhadap larangan atau pantangan, memang seharusnya dihindari. Tidak boleh dilakukan. Begitu sederhana sebenarnya. Anak kecil juga tahu. Tetapi manusia sudah setua aku ini, masih kesulitan menaatinya.

# Tentang Kesalahan:
Jangan suka melihat kesalahan atau menyalahkan orang lain. Karena hal itu akan menunjukkan kesalahanmu sendiri.

Ketika dirimu masih suka melihat kesalahan orang lain dan menghakiminya. Itu tandanya masih ada kesalahan di dalam dirimu.

Apalagi menjadikan kesalahan seseorang sebagai olok-olok.

Nah, alangkah baiknya bila dirimu lebih fokus mengoreksi pada kesalahan diri sendiri dan segera memperbaiki.

# Tentang Meremehkan:
Jangan suka meremehkan orang miskin dan yang memiliki kekurangan. Sebab itu akan memperlihatkan kemiskinan jiwa dan kekurangan hatimu.

Dengan meremehkan seseorang itu artinya engkau tidak memiliki perasaan menghargai. Tetapi akan menimbulkan ketinggian hati.

# Ternyata Berdebat:
Jangan suka memperdebatkan kebenaran _agama. Karena itu akan menimbulkan sifat merasa paling benar. Dengan begitu akan menutup hatimu untuk menerima kebenaran lain.

Karena bila kebenaran semakin diperdebatkan, maka menciptakan ketidak-benaran.

Alangkah lebih baiknya, semakin mendalami kebenaran yang engkau yakini dan merenunginya dalam-dalam.

# Tentang Menghinakan Diri:
Jangan suka menghinakan diri sebagai manusia dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan seorang manusia. Karena manusia adalah makhluk yang terhormat dan mulia.

# Tentang Kata-kata Tidak Bermanfaat:
Jangan suka berkata-kata yang sudah tidak berfaedah, malahan dapat menyakiti hati orang lain. Karena akibat akan ditanggung oleh diri sendiri pada akhirnya.

Ingatlah bahwa kebohongan akan melahirkan kebohongan demi kebohongan. Beranak-cucu.

# Tentang Kemalasan:
Jangan suka bermalas-malasan, karena waktu yang berlalu tidak akan kembali lagi. Pada akhirnya menyesal pun tak akan berarti.

Hidup dalam kemalasan sama saja artinya tidak menghargai diri sendiri dan atas penciptaanmu.

# Tentang Mencuri:
Jangan suka mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Apalagi itu untuk tujuan memperkaya diri dan menghidupi anak-cucumu. Karena engkau akan menanggung akibatnya.

Mengambil sesuatu yang bukan milikmu, sungguh merupakan perbuatan tercela.


# Tentang Amarah:

Jangan suka mengumbar amarah. Karena amarah dapat membakar hati dan pahalamu hingga tak berbekas.

Amarah masih membara, tandanya penguasaan dirimu masih kurang sekali. Bila amarah masih menguasai, baik-baiklah untuk bertobat dan merenungi.

Demikian sahabat Rep. Powerplant sedikit pesan dariku hari ini.

Iklan
Kategori:Petuah Bijak Tag:

Pelajaran dari KEHIDUPAN

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI,  dari mana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

[Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]

Kategori:Petuah Bijak Tag:

Kehidupan di Awal Pernikahan

10 Agustus 2011 Tinggalkan komentar

Kehidupan pernikahan memang berbeda saat Anda masih berpacaran. Saat menikah, Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman hidup Anda. Tanggung jawab yang bertambah, tugas-tugas rumah tangga yang harus dilakukan membuat kini Anda tidak hanya bersenang-senang bersama pasangan. Berbeda dengan saat Anda masih berpacaran yang kemungkinan waktu yang Anda habiskan berdua dilakukan dalam situasi yang menyenangkan seperti makan di restoran bersama, nonton bioskop, jalan-jalan di mal atau berkunjung ke tempat rekreasi.

Agar tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga, Anda harus belajar agar memiliki keahlian-keahlian khusus setelah menikah. Berikut ini beberapa keahlian baru yang wajib Anda miliki setelah menikah.

Keahlian Berkomunikasi

Dua orang yang menikah memiliki latar belakang yang berbeda. Puluhan tahun telah dilalui dengan didikan dan kebiasaan dari masing-masing keluarga yang tidak sama. Kebiasaan atau cara melakukan suatu pekerjaan yang menurut Anda tidak benar masih terbawa oleh pasangan setelah menikah.

Karena merasa kesal, Anda mungkin langsung mengomel dengan nada yang ketus. Kemudian, pasangan Anda yang merasa tidak bersalah, langsung membalas dengan omelan juga. Akhirnya, saling mengomel terjadi dan membuat Anda merasa tidak bahagia dengan pernikahan Anda. Reaksi lainnya adalah Anda diam seribu bahsa, bersungut-sungut dan menyimpan kekesalan dalam hati. Ini juga mengakibatkan hubungan menjadi dingin.

Pemecahan dari masalah ini adalah perlunya komunikasi yang baik. Hal-hal yang mengganjal sebaiknya dibicarakan dengan pasangan agar tidak menumpuk. Namun, tentu saja harus dilakukan komunikasi dengan cara yang baik. Sebaiknya, masalah tidak dibicarakan saat suasana hati masih kesal. Pilihlah waktu yang tepat untuk berbicara, misalnya tidak saat pasangan baru pulang kerja dan dalam keadaan letih.

Berkomunikasi juga mencakup mendengarkan. Maka, sewaktu membicarakan masalah, Anda wajib memberikan waktu bagi pasangan untuk mengutarakan perasaan maupun pendapatnya. Kemudian, Anda dapat menjelaskan kepada pasangan mengapa Anda melakukan tindakan tertentu yang mungkin membuatnya tidak senang.

Keahlian Bersikap Toleran

Karena perbedaan latar belakang, gaya bicara, kebiasaan atau tindakan pasangan baru dapat menjadi masalah. Suami mungkin biasa bicara apa adanya, sedangkan istri mudah tersinggung dengan kata-kata suami yang polos.

Untuk masalah seperti ini, Anda harus bertenggang rasa atau mengembangkan sikap toleransi. Bentuk nyata dari bersikap toleransi adalah Anda mau membuat perubahan walaupun menurut Anda perbuatan tersebut tidaklah salah. Kini, Anda harus lebih berhati-hati dalam berbicara atau Anda juga belajar berpikir positif terhadap pasangan agar tidak mudah tersinggung.

Keahlian Menjalankan Tugas dan Peran Anda Sekarang

Pasangan baru menikah awalnya tidak biasa dengan peran barunya kini. Suami mungkin masih senang bermain game online, olahraga atau suka berkumpul dengan teman-teman. Istri mungkin belum bisa memainkan peranannya untuk bangun lebih pagi, menyiapkan makanan, mencuci, menyetrika atau tugas-tugas rumah tangga lainnya. Hal-hal seperti ini dapat memicu terjadinya pertengkaran.

Setelah menikah, Anda harus belajar untuk menjalankan peran Anda kini. Memang tidak mudah untuk menghentikan atau mengurangi kegiatan yang kita sukai. Tidak mudah pula untuk melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai. Tetapi, itulah tugas baru yang harus dijalankan karena peran kalian sebagai suami dan istri. Hal-hal tersebut memang harus dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.

Anda telah mengetahui bahwa setelah menikah lebih banyak tanggung jawab yang harus dipikul. Tetapi, dengan membicarakan dan bekerja sama dengan baik, Anda akan merasakan bahwa tanggung jawab tersebut tidaklah membebani dan ada banyak kebahagiaan dengan bersama-sama melakukannya.

Keahlian Memaafkan

Ini salah satu keahlian penting dalam hidup rumah tangga. Sadarilah bahwa pasangan hidup bukanlah manusia sempurna sehingga akan sangat berpeluang berbuat salah baik disengaja tau tidak. Keahlian ini biasanya juga akan menular ke pasangan Anda. Jika Anda sering memaafkan tindakan yang tidak Anda sukai, pasangan Anda cenderung akan melakukan hal yang sama. Dengan berusaha memberi maaf, kehidupan keluarga akan damai dan bahagia.

Sebagai pasangan baru, Anda harus terus belajar mengembangkan keahlian-keahlian ini dalam kehidupan pernikahan. Awalnya mungkin terasa sangat sulit melakukannya. Tetapi, dengan terus belajar, keahlian tersebut akan dapat dimiliki dan akan terasa menyenangkan saat melakukannya. Anda juga tidak akan menyesali mengapa Anda menikah dengannya tetapi Anda akan menyesal mengapa tidak lebih cepat memutuskan menikah dengannya.

 

Source : http://kumpulan.info/keluarga/perkawinan/69-perkawinan/319-bahagia-di-tahun-awal-pernikahan.html