Arsip

Archive for the ‘Power Plant’ Category

Percayalah pada Keberuntungan

22 Agustus 2013 Tinggalkan komentar

 

KAMAJAYA, DIREKTUR UTAMA/PEMILIK PT GENDHIS MULTI MANIS. Foto: Investor Daily/EMRAL

Perpaduan antara kerja keras dan keberuntungan telah mengantarkannya menjadi seorang pengusaha sukses yang sangat diakui dalam industri gula nasional. Berkat sentuhan tangan dinginnya, Kamajaya berhasil membangun dua pabrik gula (PG) miliknya, yaitu PT Industri Gula Nusantara (IGN) di Kendal dan PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Grobogan, Jawa Tengah.
Ternyata industri gula bukanlah bidang yang semula diidam-idamkannya. “Saya dulu bercita-cita menjadi sopir bus Kramat Jati atau Lorena,” tutur Kamajaya kepada wartawati Investor Daily Alina Musta’idah di Jakarta, baru-baru ini.
Kamajaya bukanlah pengusaha bertipe pemburu rente, spekulan, atau yang semata mengeruk keuntungan dengan menghalalkan segala cara. Kamajaya sangat menjunjung tinggi idealisme. Ia menghendaki dua perusahaan gula yang dinakhodainya tak hanya meraih keuntungan, tapi juga memberikan kemaslahatan kepada masyarakat luas.
Kamajaya bahkan punya obsesi ikut membangun industri gula nasional yang sehat dan tangguh, tanpa distorsi, sehingga menguntungkan semua pemangku kepentingan (stakeholders), terutama petani dan konsumen. “Kalau saat ini ada ‘samurai gula’, saya ingin menjadi pendekar gula. Punya ilmu tinggi, punya senjata yang seimbang, keberanian, dan hati nurani,” tegas dia.
Kamajaya juga punya filosofi bisnis yang berlandaskan moral dan nilai-nilai kebajikan. “Jangan ambil hak orang. Itu sumber segalanya, sumber keserakahan, sakit hati, dan korupsi,” tandas dia.
Tak diragukan lagi, Kamajaya adalah seorang pekerja keras yang gigih dan ulet. Toh, ia tetap percaya bahwa bekerja keras saja tak cukup. “Saya memang pekerja keras, tetapi saya sangat percaya keberuntungan,” ujar dia.
Apa saja obsesi Kamajaya? Bagaimana ia menerapkan gaya kepemimpinan? Mengapa ia sangat percaya keberuntungan? Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.

Bisa cerita success story Anda?
Sejak dulu saya memang senang berbisnis. Dari SD, saya sudah membantu kakek menjual kompor di toko kecil. Saya hanya membantu mengikat-ikat. Kalau dapat untung, rasanya senang. Saat kuliah, saya berjualan baju hamil dan baju anak-anak untuk membantu biaya kuliah. Saya kuliah di teknik sipil, sehingga butuh biaya banyak. Saya juga memasok baju ke department store.
Selain jualan baju, saya menjadi guru les di SD dan SMP. Uang saya paling banyak untuk ukuran mahasiswa waktu itu. Meskipun kuliah sambil kerja, saya lulus paling cepat, yakni dari 1986 hingga 1990. Kemudian saya ke Jakarta, bekerja di Bimantara, menjual komputer. Baru dua bulan, saya diterima di perusahaan peralatan eksplorasi minyak selama setahun. Kemudian saya mendapat beasiswa S2 di Universitas Prasetya Mulya, mengambil master keuangan dan pemasaran.
Sebelum lulus pada akhir 1993, saya diterima bekerja di Multi Fortuna yang memasok barang-barang hotel, restoran, dan klub golf. Di sana, saya belajar dan menjadi matang. Atasan saya menyuruh saya bekerja, dari mulai menyiapkan gudang sampai berjualan. Sampai sekarang saya menjadi distributor barang-barang hotel, tetapi teman saya yang menjalankan.
Pada 1996, saya mulai berjualan buah, itu juga berjalan sampai sekarang. Saya melihat ada potensi besar di situ. Awalnya saya berjualan buah lokal, seperti jeruk dari Nambengan dan Magetan, atau melon dari Madiun. Sekarang jual pisang juga. Saya pun impor buah, seperti apel dan anggur dari Amerika, Australia, Tiongkok, Iran, dan Afrika Selatan.

Bagaimana awal Anda masuk industri gula?
Saya masuk ke industri gula pada 2002. Awalnya saya ditanya bos, apakah sanggup mengerjakan logistik untuk Coca Cola. Ternyata bisnis itu menguntungkan. Makanya, saya kemudian bertekad memiliki bisnis yang size-nya agak besar. Saat itu saya melihat ada PG di Kendal yang sudah 10 tahun mati. Lalu saya perbaiki, sehingga bisa giling tebu lagi. Pada tahap I, kapasitas produksi baru 1.700 TCD (ton cane day) dan meningkat menjadi 2.500 TCD, tapi sekarang turun sedikit.
Industri gula membutuhkan modal besar dan menyentuh banyak orang, terutama petani. Saya memulainya dari kepercayaan. Waktu tidak punya modal, saya memiliki banyak teman. Ada investor juga yang bergabung. Waktu itu Anda bukan siapa-siapa dalam industri gula.

 
Bagaimana Anda bisa meraih kepercayaan, terutama dari perbankan?
Prinsip saya, jangan mudah menyerah. Konsep dan modal bisnisnya harus jelas. Sampaikan itu ke rekan bisnis. Memang, waktu itu tidak mudah mencari pinjaman bank. Saya menyampaikan presentasi kepada 12 bank dan semuanya ditolak. Hanya BRI yang mau memberi pinjaman karena tujuan saya sama dengan visi mereka. Kami mempekerjakan 15 ribu orang dan bisnisnya sesuai dengan program pemerintah, yakni swasembada gula. Makanya sampai sekarang saya loyal kepada BRI.

 
Anda sedang membangun PG baru di Grobogan. Bagaimana perkembangannya?
Saya membangun PG Gendhis Multi Manis (GMM) di Grobogan, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun. Pabrik ini dibangun selama 2,5 tahun dan akan beroperasi mulai November 2013 dengan kapasitas produksi 4.000 TCD. Setelah setahun, PG tersebut akan dievaluasi dan selanjutnya bakal ekspansi menjadi 8.000-10 ribu TCD pada 2015. Jika ini terealisasi, GMM akan menjadi PG berkapasitas produksi terbesar di Jawa. Saat ini, gula produksi GMM akan dipasok untuk kebutuhan Jawa Tengah yang masih defisit 180 ribu ton per tahun.

Apa upaya Anda untuk mendekati petani?
Saya berupaya membangun komunitas dengan petani. Sebagai perekat, kami mendasarinya dengan kejujuran dan kepercayaan. Untuk meraih kepercayaan petani, perusahaan memberi jaminan rendemen 8%. Kami juga menentukan bagi hasil sebesar 60% untuk petani dan 40% untuk perusahaan. Biasanya, bagi hasil 60-40%. Dahulu, lahan tebu di sana hanya 300 hektare (ha) dan dalam setahun bertambah menjadi 3.500 ha.

Visi dan misi Anda masuk industri gula?
Kalau saat ini ada ‘samurai gula’ (sebutan yang lazim digunakan untuk para pelaku kartel gula dan pemburu rente dalam industri gula nasional, red), saya ingin menjadi pendekar gula. Punya ilmu tinggi, punya senjata yang seimbang, keberanian, dan hati nurani. Sedangkan misi saya adalah membangun bisnis yang menguntungkan dan dapat berbagi dengan masyarakat.

Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?

Saya cenderung rileks, tetapi kerjanya harus berprestasi. Saya tidak anti orangtua, tetapi saya ingin cari yang muda-muda. Anda tahu Jokowi kan? Dia salah satu orang muda yang patut dicontoh. Kalau pemimpin mau turun ke bawah, mereka akan tahu problem masyarakat. Saya bukan tipe penyabar, segala sesuatu maunya cepat. Harus terbuka, tidak ada yang disembunyikan, dan apa adanya. Saya pecinta kerja keras. Biasanya saya tidur jam 12 malam dan bangun jam 4.30 atau jam 5 pagi. Malam-malam saya sering keliling melihat PG.

Pengalaman Anda yang paling berkesan?
Pengalaman tak terlupakan yaitu waktu menjalankan mesin pertama kali di PT Industri Gula Nusantara (IGN). Saya hampir menangis, tapi malu. Itu kan pabrik yang sudah 10 tahun mati. Proses perbaikannya dimulai pada 2002 dan baru bisa dijalankan pada 2008 berbarengan dengan Olimpiade Beijing. Saat itu banyak yang meragukan. Saya tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Semakin orang meragukan, tekad saya semakin kuat. Saat itu ada doktor yang meragukan saya. Saya bilang, kalau saya berhasil, saya akan datang kepada Anda. Setelah berhasil, saya datangi dia.

Obsesi Anda yang belum tercapai?
Saya ingin memproduksi gula hingga 1 juta ton per tahun. Ini saya targetkan dicapai dalam 10 tahun ke depan. Saya berencana membangun dua PG lagi di Jawa dan dua PG di luar Jawa. Kalau ada 5-6 PG lagi, produksi bisa 1 juta ton. Fokus dalam berbisnis sangat penting. Itu membutuh kan modal dan upaya. Jadi, saya harus kuatkan GMM dulu.

Mana yang lebih menentukan bagi Anda, kerja keras atau keberuntungan?

Saya memang pekerja keras, tetapi saya sangat percaya pada keberuntungan. Bisnis yang saya jalani sekarang merupakan suatu ketidaksengajaan. Anda tahu cita-cita saya dulu? Saya bercita-cita menjadi sopir bus antarkota antarprovinsi Kramat Jati atau Lorena karena saya suka ritmenya. Dulu saya sering naik bus tersebut, makanya tertarik. Saya tanya gaji sopirnya. Pada 1990, gaji mereka Rp 700 ribu per bulan, padahal insinyur teknik sipil yang baru lulus gajinya cuma Rp 250 ribu. Tapi, tentu saja keberuntungan akan datang kalau kita bekerja keras dan sungguh-sungguh. Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas.

Apa filosofi hidup Anda?

Filosofi saya yang terkait bisnis atau pekerjaan adalah jangan ambil hak orang. Itu sumber segalanya, sumber keserakahan, sakit hati, dan korupsi.

Bagaimana dukungan keluarga?

Keluarga saya sangat mendukung. Saya punya dua anak. Mereka mengerti aktivitas saya. Kebetulan istri saya juga pengusaha. Saya berkumpul dengan keluarga saat weekend. Intensitas pertemuan penting juga. Tapi bagi saya, yang penting kualitas. Saat di Jakarta, saya ikut mengantar anak-anak ke sekolah dan makan bersama. (*)

—————–

“ Begitulah memang apa yang dikatakan Beliau Bp Kamajaya, peduli terhadap rakyat kecil ( petani ) terutama petani tebu untuk menjadikan Indonesia swasembada gula yang pada akhirnya menuju masyarakat Indonesia makmur pada umumnya dan khususnya Kab. Grobogan Jawa Tengah dan sekitarnya.

“ Tapi, tentu saja keberuntungan akan datang kalau kita bekerja keras dan sungguh-sungguh. Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas” 

Memang betul apa yang Beliau Bp Kamajaya sampaikan…..”Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas”
Banyak pelajaran dari beliau dan Tim Proyek PT GMM karena saya ikut dalam pembangunan Proyek Pabrik Gula PT Ghendis Multi Manis………..Salam sukses selalu  buat Bp Kamajaya.

 

Diambil dari Rak Document Investor Daily Indonesia, Edisi Rabu, 8 Mei 2013

http://www.investor.co.id/wawancara/percayalah-pada-keberuntungan/60473

Iklan

Semua tentang “Alat bantu kerja”..

30 Maret 2013 8 komentar

 

(Doc. Peralatan perang Rep. Powerplant 7)

Kategori:Power Plant Tag:

Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU )

23 Desember 2011 4 komentar

Turbin adalah mesin penggerak, dimana energi fluida kerja dipergunakan langsung untuk memutar roda/poros turbin. Pada turbin tidak terdapat bagian mesin yang bergerak translasi, melainkan gerakan rotasi. Bagian turbin yang berputar biasa disebut dengan istilah  rotor/roda/poros turbin, sedangkan bagian turbin yang tidak berputar dinamai dengan istilah stator. Roda turbin terletak didalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang digerakkannya atau memutar bebannya (generator listrik, pompa, kompresor, baling-baling, dll).

Didalam turbin fluida kerja mengalami ekspansi, yaitu proses penurunan tekanan dan mengalir secara kontinyu. Penamaan turbin didasarkan pada jenis fluida yang mengalir didalamnya, apabila fluida kerjanya berupa uap maka turbin biasa disebut dengan turbin uap.

4.1     PRINSIP KERJA PUSAT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU)

Pusat listrik tenaga uap (PLTU) mempunyai bagian-bagian utama seperti:

  1. Turbin uap (steam turbine).
  2. b.      Boiler (steam generator).
  3. Kondensor (condenser).
  4. d.      Pompa-pompa (pumps).

Prinsip kerja dari pusat listrik tenaga uap (PLTU) didasarkan pada siklus Rankine seperti pada diagram T vs s dan h vs s dibawah ini.

Turbin uap untuk pembangkit menggunakan siklus uap tertutup, uap yang  telah memutar turbin dengan energinya dikondensasikan kembali menjadi air dan dipompa ke boiler, selanjutnya dipanaskan lagi didalam boiler tersebut. Demikian seterusnya siklus ini terjadi  terus menerus.

Daerah dibawah garis lengkung k – K – k’ pada diagram T – s dan h – s merupakan daerah campuran fasa cair dan uap. Uap didalam daerah tersebut biasanya juga dinamakan uap basah. Garis k – K dinamai garis cair (jenuh), dimana pada dan disebelah kiri garis tersebut air ada dalam fasa cair. Sedangkan garis k – k’ dinamai garis uap jenuh, dimana pada dan disebelah kanan garis tersebut air ada dalam fasa uap (gas). Uap didalam daerah tersebut terakhir biasanya dinamai uap kering. Titik K dinamai titik kritis, dimana temperature kritis dan tekanan kritis. Pada titik kritis keadaan cair jenu adalah identik.

  1. Dari titik 1 ke titik 2 merupakan proses isentropis,didalam pompa.
  2. Dari titik 1 ke titik 2’ dan ke titik 3 merupakan proses pemasukan kalor atau pemanasan pada tekanan konstan didalam boiler/ketel.
  3. Dari titik 3 ke titik 4 merupakan proses ekspansi isentropic didalam turbin atau mesin uap lainnya.
  4. Dari titik 4 ke titik 1 merupakan proses pengeluaran kalor atau pengembunan pada tekanan konstan, didalam kondensor.

Secara sederhana sebuah pembangkit listrik tenaga uap digambarkan seperti pada gambar dibawah.

4.1     Perbaikan siklus tenaga uap.

Perbaikan siklus tenaga uap dapat dilakukan dengan jalan pemanasan ulang (reheat), dimana setelah uap berekspansi didalam turbin, uap tersebut keluar dari turbin dan dialirkan kedalam alat pemanas lanjut (reheater) yang berada didalam ketel/boiler untuk dipanaskan kembali, kemudian baru uap itu dimasukkan kedalam turbin berikutnya. Dengan demikian uap yang dialirkan ke turbin energinya telah diperbesar dan setelah berekspansi di turbin uap, kondisi akhir uap tekanannya menjadi berkurang (kurang dari 1 atmosfir) didalam kondensor dengan kebasahan yang tertentu. Siklus proses ini seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Air laut yang jumlahnya melimpah ruah dipompa oleh CWP (Circulating Water Pump) (1) yang sebagian besar dipakai untuk media pendingin di Condenser (6) dan sebagian lagi dijadikan air tawar di Desalination Evaporator (2). Setelah air menjadi tawar, kemudian dipompa oleh Distillate Pump (3) untuk kemudian dimasukkan ke dalam Make Up Water Tank (4) yang kemudian dipompa lagi masuk ke sistem pemurnian air (Demineralizer) dan selanjutnya dimasukkan ke dalam Demin Water Tank (5). Dari sini air dipompa lagi untuk dimasukkan ke dalam Condenser bersatu dengan air kondensat sebagai air benam ban. Air kondensat yang kondisinya sudah dalam keadaan murni dipompa lagi dengan menggunakan pompa kondensat, kemudian dimasukkan ke dalam 2 buah pemanas Low Pressure Heater (7) dan kemudian diteruskan ke Deaerator (8) untuk mengeluarkan atau membebaskan unsur O2 yang terkandung dalam air tadi. Selanjutnya air tersebut dipompa lagi dengan bantuan Boiler Feed Pump (9) dipanaskan lagi ke dalam 2 buah High Pressure Heater (10) untuk diteruskan ke dalam boiler yang terlebih dahulu dipanaskan lagi dengan Economizer (11) baru kemudian masuk ke dalam Steam Drum

(12). Proses pemanasan di ruang bakar menghasilkan uap jenuh dalam steam drum, dipanaskan lagi oleh Superheater (14) untuk kemudian dialirkan dan memutar Turbin Uap (15). Uap bekas yang keluar turbin diembunkan dalam condenser dengan bantuan pendinginan air laut kemudian air kondensat ditampung di hot well.

Bahan bakar berupa residu/MFO dialirkan dari kapal/tongkang (16) ke dalam Pumping House (17) untuk dimasukkan ke dalam Fuel Oil Tank (18). Dari sini dipompa lagi dengan fuel oil pump selanjutnya masuk ke dalam Fuel Oil Heater (19) untuk dikabutkan di dalam Burner (20) sebagai alat proses pembakaran bahan bakar dalam Boiler.

Udara di luar dihisap oleh FDF (Forced Draught Fan) (21) yang kemudian dialirkan ke dalam pemanas udara (Air Heater) (22) dengan memakai gas bekas sisa pembakaran bahan bakar di dalam Boiler (13) sebelum dibuang ke udara luar melalui Cerobong/Stack (23).

Perputaran Generator (24) akan menghasilkan energi listrik yang oleh penguat/exciter tegangan mencapai 11,5 kV, kemudian oleh Trafo Utama/Main Transformater (25) tegangan dinaikkan menjadi 150 kV. Energi listrik itu lalu dibagi melalui Switch Yard (26) untuk kemudian dikirim ke Gardu Induk melalui Transmisi Tegangan Tinggi (27). Kemudian, tenaga listrik itu dialirkan lagi pada para konsumen.

Terdapat 2 (dua) jenis turbin uap yang bisa diaplikasikan didalam pusat listrik tenaga uap, sebagai berikut :

  1. 1.   Turbin Impuls.

Turbin impuls adalah turbin dimana proses ekspansi (penurunan tekanan) dan fluida kerja.uap hanya terjadi didalam nosel atau baris sudu tetapnya saja. Penurunan tekanan uap inilah yang akan menimbulkan terjadinya perubahan kecepatan, dan hal ini terjadi karena sudu gerak berputar maka ada kecepatan relative antara uap dengan sudu gerak.

  1. 2.   Turbin Reaksi.

Turbin rekasi adalah turbin dimana proses ekspansi (penurunan tekanan) terjadi baik didalam baris sudu tetap maupun sudu geraknya. Dalam hal ini baris sudu tetap maupun sudu geraknya berfungsi sebagai nosel (nozzle), sehingga kecepatan relative uap keluar setiap sudu lebih besar dan kecepatan relative uap masuk sudu yang bersangkutan.

Meskipun demikian kecepatan absolute uap keluar sudu gerak lebih kecil dari pada kecepatan absolute uap masuk sudu gerak yang bersangkutan, oleh karena itu sebagian energi kinetiknya diubah menjadi kerja memutar roda turbin. Tekanan uap keluar sudu lebih rendah dan pada tekanan masuk sudu yang bersangkutan, sehingga hal tersebut memperbesar gaya aksial yang terjadi pada rotor turbin tersebut.

Adapun sebagai pendukung pusat listrik tenaga uap ini digunakan beberapa alat bantu (auxiliary equipments) untuk membantu proses siklus turbin uap berjalan dengan baik, seperti :

  1. Sistem pelumas (lube oil system).
  2. Sistem bahan bakar (fuel system).
  3. Sistem pendingin (cooler system).
  4. Sistem udara kontrol (air control system).
  5. Sistem udara servis (air service system).
  6. Sistem hidrolik (hydraulic system).
  7. Sistem udara tekan (air pressure system).
  8. Sistem udara pengkabutan (atomizing air system).

Sumber : http://rahmanta13.wordpress.com