Arsip

Archive for the ‘Opini’ Category

PO Nusantara Kudus ( TAK ADA PELAYANAN YANG PRIMA TANPA KARYAWAN YANG LOYAL)

21 Mei 2012 3 komentar

 

(Kudus – haltebus.com) Memulai usaha dalam usia 23 tahun, tak membuat Handojo Budianto gentar menghadapi kerasnya bisnis transportasi bus. Bergabung dengan bisnis ayahandanya dalam bendera PO Nusantara tahun 1989, pria kelahiran Kudus ini merintis trayek baru Kudus – Semarang – Yogya. “Waktu itu saya dikasih ‘modal’ dua unit bus,” kata Handojo saat berbincang dengan haltebus.com di kantornya Selasa (10/4/12) lalu.
Dia sengaja memilih jalur yang belum dilayani oleh operator bus saat itu. Kudus – Semarang – Yogya dipilih dengan alasan, banyaknya warga Kudus dan Semarang yang berpergian ke Yogya. Tak hanya melancong, banyak juga warga Kudus yang bersekolah di kota yang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Strateginya cukup jitu. Lambat laun bus-busnya bertambah.
Tak sampai lima tahun, trayeknya juga bertambah satu per satu. PO Nusantara melebarkan sayap hingga Jakarta pada tahun 1994. Operator bus yang awalnya hanya memiliki 30 unit bus dan melayani Semarang-Kudus dan Semarang-Lasem ini mulai berkembang. Tak berselang lama juga dibuka trayek Kudus-Semarang-Bandung. Tahun 2004 divisi pariwisata dibuka dengan mengusung label Symphonie. Kini armada PO Nusantara sekitar 400 unit dengan trayek berkembang ke berbagai jurusan seperti Purwokerto, Tegal, Surabaya dan Malang. “Selain saya, ada adik saya nomor enam, Christian Nathanael Budianto yang ikut mengembangkan usaha ayah kami ini,” kata dia sambil tersenyum.
Putra kedua dari Jonathan Budianto memang memiliki latar belakang pendidikan di bidang mesin. Namun, dia mengaku, tanpa didukung hobi berbisnis di bidang transportasi bus tidaklah mudah. Dalam pandangannya, orang bisa punya banyak bus, tetapi tanpa didukung hobi mereka tak akan bisa menikmati seni mengelola bus.
Kesenangan menjalani bisnis transportasi bus, bagi Handojo adalah yang utama. Hal lain yang juga tak kalah pentingya yakni memperhatikan karyawan. “Ayah saya berpesan, perhatikan kesejahteraan karyawan, itu yang utama. Karena itu, kami di sini bekerja sama dengan asuransi untuk pembiayaan karyawan yang harus dirawat di rumah sakit. Mereka tak perlu khawatir dalam bekerja,” kata dia.
Bagi Handojo, karyawan menjadi aset utama berjalannya sebuah perusahaan bus yang mengedepankan pelayanan. Membuat karyawan bisa bekerja dengan tenang, berarti mengurangi resiko pelampiasan kekesalan pada penumpang. Bagaimana caranya? Ada satu aturan unik yang diterapkan manajemen PO Nusantara yang sudah berlaku sejak kepemimpinan Jonathan, yakni gaji diambil oleh para istri karyawan. Pemikirannya cukup sederhana, agar gaji diterima keluarga dan istri juga mengetahui situasi tempat sang suami bekerja.
Handojo mengaku tak jarang pula mendengarkan masalah-masalah rumah tangga para karyawannya. Hanya dengan cara seperti ini, ayah satu putra itu, bisa menghargai karyawannya. Bagi sebagian orang yang mengenal armada-armada modern PO Nusantara mungkin tak percaya dengan nilai-nilai tradisonal jawa mereka terapkan. Tetapi itulah yang terjadi. Di antara deru mesin Scania, Mercedes-Benz dan Hino keluaran terbaru, Handojo masih menyempatkan meluangkan waktu untuk karyawannya. “Ada yang sering dilupakan orang. Terkadang melakoni pekerjaan itu tak semata karena uang, ada hal lain yang lebih penting yaitu di-wong ke (baca: dihargai),” ujarnya bersemangat.
Meski berpendidikan Amerika, Handojo sangat yakin pemahaman jawa tentang menghargai sesama. Pelayanan yang ditawarkan pada pelanggannya tak bisa berjalan effektif tanpa ada karyawan yang memiliki loyalitas. Mungkin inilah yang dimaksud dengan menjalankan bisnis transportasi dengan kesenangan. Selain hobi utak-atik mesin, ternyata menjadi pengusaha bus juga wajib hobi mendengarkan masalah yang dihadapi karyawannya. Setidaknya itu yang dilakoni Handojo Budianto.(naskah mai/foto: mai)

 

Diambil dari Halte Bus ( one stop portal )  Edisi 18 Mei 2012, via Kudus Facebook Comunity  http://www.haltebus.com/detail169.html

 

Banyak yang kita ambil  sisi positifnya dari cara kerja Beliau, yaitu “Ada yang sering dilupakan orang. Terkadang melakoni pekerjaan itu tak semata karena uang, ada hal lain yang lebih penting yaitu di-wong ke (baca: dihargai),” ujarnya bersemangat.

Dan memang itulah yang yang secara tidak langsung dari sisi karyawan yang kadang yang membuat karyawan, merasa betah dan akhirnya timbul loyalitas terhadap tanggung jawab pekerjaannya karena merasa  ( di-wong ke bhs jawa ) ( baca : dihargai )………

Salut buat PO. Nusantara Kudus …..Salam sukses.

Iklan

Bagaimana Arti Sukses Menurut anda?

10 Desember 2011 10 komentar

 

arti sukses



Seiring dengan perkembangan hidup kita dan lingkungan yang kita masuki, biasanya kita mendefinisikan sukses berdasarkan definisi orang lain, mungkin berasal dari orang tua kita, atasan kita, atau dari lingkungan sosial kita tentang bagaimana hidup yang sukses itu seharusnya. Tidak ada yang benar atau salah dalam hal ini.
Dibawah ini saya menuliskan 31 arti tentang sukses yang saya dapat dari berbagai sumber dengan harapan semoga ini dapat membantu anda dalam merangkai kembali arti sukses versi anda sendiri.

Sukses adalah :
1. Membuat negara atau dunia ini menjadi lebih baik.
2. Pencapaian kekayaan, penghargaan, status dan kekuasaan.
3. Pencapaian tujuan-tujuan yang telah anda buat sendiri.
4. Membuat sebuah perbedaan, meskipun hanya pada satu orang.
5. Diakui sebagai ahli yang terkenal dalam bidang yang anda tekuni.
6. Merasa dicintai dan dimengerti.
7. Mendapat pengakuan dan respek dari keluarga dan teman-teman.
8. Melakukan pekerjaan yang anda cintai.
9. Dapat tertawa dengan sering.
10. Memiliki kesehatan yang prima dan selalu bersemangat tinggi.
11. Berbahagia dan menikmati saat ini.
12. Memiliki cukup uang untuk menutupi biaya bulanan anda.
13. Melakukan hal-hal atau hobi-hobi baru.
14. Berpergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi.
15. Mempunyai banyak waktu untuk bersenang-senang.
16. Berhasil membesarkan anak.
17. Menggunakan semua potensi yang anda miliki.
18. Memiliki kehidupan yang menggairahkan.
19. Menemukan suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan yang sama rasanya seperti anda bermain.
20. Menemukan kedamaian dalam diri.
21. Mencapai keseimbangan hidup antara waktu untuk bekerja dan keluarga.
22. Mempunyai tujuan-tujuan yang menggairahkan anda, sampai-sampai membuat anda melompat dari ranjang setiap pagi.
23. Memiliki rumah tinggal yang ideal, makanan yang cukup, kesehatan yang baik dan keluarga yang bahagia.
24. Pergi keluar rumah setiap hari dan melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan sebaik mungkin.
25. Berhenti bekerja dan hidup nyaman menikmati pendapatan dari investasi.
26. Membantu orang lain dengan talenta khusus yang anda miliki.
27. Mempunyai ide-ide yang orisinil dan kemudian melihatnya diterapkan di kehidupan nyata.
28. Dapat jujur kepada diri sendiri.
29. Mencintai sesama dengan segenap hati dan jiwa.
30. Membuat suatu hal yang baru dan luar biasa.
31. Dapat Menggaji Orang.
32. Tambahkan Versi anda dalam Coment atau tempat Diskusi.
Sumber

Memahami dan Menghargai Pekerja Proyek

27 November 2011 2 komentar

 

Tulisan ini berangkat dari komentar seorang kawan, yang menulis tentang pekerja proyek. Menghadapi dan memahami pekerja proyek merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto

Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto.

Kebanyakan dari pekerja proyek -diluar level managerial-, adalah mereka yang menjadikan pekerjaanya sebagai pilihan terakhir dari banyak pilihan pekerjaan atau karena mereka memang tak punya pilihan lain. Jika anda melamar pekerjaan sana-sini ditolak dan berbelit-belit, segeralah datang ke sebuah lokasi proyek, mintalah pekerjaan pada seorang mandor, niscaya tanpa syarat yang berbelit-belit anda akan segera memiliki pekerjaan baru.

Dengan tingkat pendidikan rata-rata paling dasar, kebanyakan dari mereka cenderung menerima apa adanya situasi kerja yang mereka hadapi dan memiliki kecenderungan mudah emosi apabila diperlakukan sedikit saja tidak hormat atau dilecehkan. Mereka pun, punya kecenderungan lain yang tak terlalu peduli pada keselamatan kerja mereka sendiri.

Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai

Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai

Situasi yang dipenuhi aroma serba “terpaksa” tersebut, diperparah dengan sistim pengupahan yang seringkali tak berpihak pada mereka. Gaji harian seorang pekerja proyek di bali -sebagai gambaran- berkisar antara 30-35 ribu rupiah. Kisaran nilai gaji harian itu dinilai oleh mandor dan kurang lebihnya ditaksir berdasarkan pengalaman kerja, sementara penilaian itu sendiri bersifat subjektif dari mandor yang mempekerjakannya.

Tentu sebagaian dari kita akan bertanya, kenapa mandor? dan bukannya perusahaan atau kontraktor yang menggaji? Jawaban untuk itu akan jauh lebih panjang dan keluar konteks dari tulisan ini. Diwaktu lain, akan kita lihat bagaimana hubungan kerja yang umum terjadi dalam sebuah proyek.

Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng

Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng

Jika pekerjaan ada dan kondisi kesehatan memungkinkan, mereka bekerja rata-rata 8 jam per hari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Dengan asumsi mereka dibayar 30ribu per hari, perbulan maksimal mereka bisa memperoleh penghasilan 900ribu rupiah dipotong biaya makan dan dipotong lagi oleh mandornya. Sisanya? Dikirim ke kampung untuk anak istri. Di lokasi proyek sendiri, mereka tinggal di bedeng-bedeng yang jauh dari nyaman, berjubel jubel dan kontras dengan apa yang mereka kerjakan. Mereka bekerja untuk membangun sebuah bangunan -misalnya- yang megah dan di desain untuk kenyamanan hidup yang tinggi. Terbayang bagaimana mereka menjalani hidupnya?

Dari banyak pengalaman yang bisa disimak, diperlukan trik-trik khusus untuk menghadapi pekerja proyek. Intruksi yang pasti dan perlakuan yang bersahabat adalah kata kunci terpenting. Perilaku pengawas atau pelaksana proyek yang arogan, cenderung sok atau terlalu merendahkan pekerja proyek, seringkali berujung pada melayangnya palu atau batu ke kepala mereka sendiri.

Pekerja proyek, akan merasa tersanjung apabila mereka di perlakukan manusiawi, diperlakukan bersahabat dan terkadang, di dengar pendapatnya atau sesekali diberi pujian. Mereka bisa terima gaji rendah, tapi tidak perlakuan yang tidak manusiawi. Pendekatan yang paling mudah dan menggairahkan mereka adalah makan gratis. Maka, sesekali, antarkan beberapa kilo ikan untuk mereka bakar plus beberapa krat beer. Niscaya besoknya pekerjaan terasa mulus.

 

Opini From : http://bungtekno.com/opini/memahami-dan-menghargai-pekerja-proyek/trackback/

Jangan Gaji Rendah Pengawas dan Pelaksana Proyek

27 November 2011 Tinggalkan komentar

Pernah nonton acara berita kriminal di sebuah stasiun televisi swasta siang hari? Di acara tersebut, setiap akhir acara mereka menyampaikan pesan positif tentang perlunya mewaspadai kejahatan. Kejahatan tidak hanya muncul karena niat, tapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah!

Pesan tersebut bisa ditarik kemana saja, salah satunya dunia konstruksi. Ketika kualitas dan kesempurnaan -menurut standard manusia, tentu saja-, menjadi target utama pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, tak pelak menempatkan setiap elemen yang terlibat didalamnya dalam posisi terhormat adalah satu hal penting yang tak bisa diremehkan. Termasuk didalamnya adalah seorang pengawas atau pelaksana proyek.

Tak jarang terdengar, ada banyak kawan yang berposisi sebagai seorang pengawas atau pelaksana proyek tidak mendapat reward selayaknya. Mereka digaji rendah yang bahkan sekadar untuk hidup cukup pun tidak cukup. Padahal, mereka telah mempersenjatai diri dengan kekuatan akademis yang tak mudah menempuhnya dan dibebani tanggung jawab yang tak ringan. Pada beberapa perusahaan kontraktor yang masih mencari identitas, seorang pelaksana bahkan juga merangkap sebagai administratur, estimator sekaligus logistik.

Sekarang, dengan gaji yang untuk hidup cukup saja tidak cukup, bukan mustahil orang yang dari awalnya jujur dan berkarakter kuat akan luluh dan mulai mencari celah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak cara dalam dunia proyek, dan itu mudah dilakukan.

Kong kali kong dengan mandor, dengan supplier atau bahkan dengan pengawas yang levelnya lebih tinggi. Bentuknya bisa beragam. Memberi toleransi kesalahan secara berlebihan, mengurangi spesifikasi rencana atau juga merubah spesifikasi rencana itu sendiri dan itu dilakukan dengan imbalan tertentu. Untung sama untung, tahu sama tahu.

Pada situasi lain, bukan mustahil -dan sudah sering terjadi-, pengawas itu akan nyambi mencari celah pekerjaan lain, yang efeknya akan mengurangi konsentrasi kerjanya. Pengawasan terabaikan, pekerja pada level dibawahnya tak terkontrol dengan baik.

Akibat dari kemungkinan-kemungkinan diatas, terkadang bisa sangat fatal. Kualitas proyek jadi menurun, faktor keamanan menurun dan jika sampai owner tau, bukan mustahil bongkar pasang atas kualitas yang menurun tadi tak sekali-dua kali terjadi. Paling parah, tak lain dan tak bukan adalah rusaknya mentalitas dan karakter jujur pada diri pengawas yang tadinya baik-baik saja.

Mungkin, akan ada counter argumen atas situasi ini, bahwa kategori hidup cukup itu relatif demikian juga besaran nilai gaji. Manusia punya kecenderungan ingin lebih dari kewajaran yang wajar. Ini mungkin saja terjadi, tapi bukan sesuatu yang tak dapat di cegah. Kejujuran dan profesionalitas kerja, bukan hanya sebuah keniscayaan yang hanya diharap,melainkan juga sebuah iklim yang bisa diciptakan jika mau.

Dengan memberikan reward yang sepadan dengan tanggung jawabnya, bukan mustahil kejujuran dan profesionalitas kerja akan meningkat. Dengan demikian, kualitas hasil pekerjaan pun akan berjalan seiring. Target utama tak akan dibayangi ketakutan ketakutan yang tidak perlu.

 

Sebuah Opini dari : http://bungtekno.com/opini/jangan-gaji-rendah-pengawas-dan-pelaksana-proyek/trackback/