Arsip

Archive for the ‘Diarry Ku’ Category

“ 100 “

12 September 2013 Tinggalkan komentar

Kuberi judul “100”  yaitu genap sudah hari ini  13 September 2013,  100 harinya Almarhum Bapakku pergi untuk selama lamanya…..……

Tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur

Tenggarong, 05 Juni 2013, 18.15 WITA

Senja ini yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku, disaat sungai mahakam meluap dan merendam rumah kami dan diantara kami ber3 saudara dan aku anak yang paling bungsu dan yang paling jauh diantara semuannya dikarenakan saya sekarang berdomisili di Tepi Sungai Mahakam Tenggarong Kab Kutai Kartanegara.

Hal yang selama ini aku paling takutkan dan khawatirkan semenjak aku masuk dunia kerja yang mengharuskan aku harus sering dan pergi lama tinggalkan kampung halaman ke seluruh pelosok nusantara sebagai Punggawa Rep Powerplant,  akhirnya terjadi juga disaat jarak ribuan kilometer jauh dari rumah.……berita dari duka dari rumah yang mengabarkan bapakku telah pergi untuk selama lamanya, mendengar berita, terasa sesak didada, kesedihan dan air mataku tak terasa mengalir……seketika itu malam langsung kami sekeluarga terbang ke Kudus untuk melepas kepergiaan beliau esok harinya yang pemakamannya menunggu kedatangan kami sekeluarga. Begitu mendadak disaat aku sedang mencari jati diri dan berusaha bertumpu kepada kaki sendiri.

Hal yang aku ingat dari banyak pelajaran dari almarhum bapakku adalah…….terlalu banyak pelajaran yang selama ini aku dapatkan dari beliau……banyak sekali……salah satunya yang baru aku lakukan sekarang ini.

” Orang berusaha mandiri  layaknya bayi yang baru lahir…….yaitu dari Merangkak, kemudian Berjalan dan baru Berlari……dan Jangan takut Gagal dan yang penting Berusaha…berusaha dan  Jangan Pernah Menyerah. 

Terima kasih ya Allah atas karuniamu menganugerahkan bapak yang bijaksana selama hampir sepertiga abad usiaku ini.

Banyak yang ingin aku katakan..…sampaikan..…dan ceritakan tentang kehidupan ini dan meminta nasehat2 bijak kepada beliau..….tetapi kini  hanya kuungkapkan dalam doa2ku disetiap sujudku ya Allah…..

Semoga engkau mendapat tempat terbaik  disisiNya di surga, dan semoga aku bisa bercermin dan belajar seperti beliau dalam mendidik anak dan keluarga kecilku………amin…. amin …. amin.

 

Tepi Sungai Mahakam, 13 September 2013

Dari yang selalu merindukanmu

Anak bungsu mu.

Iklan
Kategori:Diarry Ku Tag:, ,

Sebuah Pilihan Jalan Menuju Kesuksesan

4 Agustus 2013 1 komentar

 DSC00661

Pilihan Menentukan Kesuksesan

Ketika sobat Rep Powerplant mendengar kata pilihan, tentu sobat membayangkan begitu banyak variasi hidup yang bisa sobat dapatkan tergantung apa yang menjadi keinginan kita. Begitu juga dengan kehidupan sobat masing-masing , sobat juga sebenarnya bisa menentukan banyak pilihan. Mau atau tidak tergantung pribadi masing-masing apakah berani mengambil resiko atas pilihan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Suatu hari saya mendengar salah seorang punggawa Rep Powerplant mengatakan kepada saya, dimanapun kamu kerja dan perusahaan yang baru sekalipun, hasilnya tetap sama, tidak pernah berubah. Kebetulan teman saya bekerja sebagai seorang Penembak Jitu (Surveyor)  perusahaan kontraktor ternama. Saya hanya berpikir dan berpikir kembali. Apakah nasib nya juga akan sama ?

Kemudian saya kembali bertanya perihal sejarah pekerjaan yang diambil sejak awal mula bekerja. Teman saya menjawab bahwa dia bekerja sudah lebih dari 3 tahunan sebagai “Penembak Jitu” . Jadi intinya ia bekerja pada bidang yang sama selama itu dan mendapatkan hasil yang tidak pernah membuat ia puas.

Mungkin pertanyaan dan jawaban diatas juga terjadi pada sobat Rep Powerplant dimanapun kalian berada, baik yang sedang bekerja maupun yang buka usaha yang sama tapi hasilnya tidak pernah seperti yang sobat harapkan. Akibatnya timbul sebuah kejenuhan dan tidak pernah mencapai sebuah kesuksesan. Tetapi situasi ini memang tidak terjadi pada semua orang, karena ada yang sukses besar dengan melakukan pekerjaan yang sama sampai akhir hayatnya.

Jangan pernah berkecil hati dan Jangan pernah menyerah!

DSC00018

Bagi yang belum berhasil, mungkin saatnya kita menentukan pilihan lain. Lakukan instropeksi diri , apakah ada yang salah dengan diri sobat ? Lalu sobat mencoba mencari jalan keluar dengan memperbaiki diri. Bila telah dilakukan usaha tetapi hasil sama, maka saatnya sobat menentukan pilihan lain yang lebih baik.

Kita mencari apa yang menjadi passion atau keinginan terbesar dalam diri sobat, lalu sobat kembangkan dengan segala macam cara. Memang tidak semua keinginan sobat bisa mencapai sukses, tetapi setidaknya kita telah menentukan pilihan yang sobat inginkan.

Untuk melakukan pilihan yang telah sobat pilih, diperlukan keberanian dan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan dan hambatan yang akan terjadi pada diri sobat. Ini yang dinamakan keberanian menerima segala resiko yang akan terjadi.

DSC00075

Semakin berani sobat menghadapi resiko yang akan terjadi, kemungkinan besar semakin cepat sobat akan mencapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Bila sobat gagal , kita akan belajar dan belajar terus untuk memperbaiki diri dan mencapai apa yang kita inginkan.

Bila kita takut gagal, takut jatuh, takut rugi, sifat diatas tidak akan pernah membuat diri kita memilih apa yang terbaik. Kita akan tertumpu pada satu titik dn tidak akan pernah bergerak ketempat lain untuk mencari yang titik yang lebih baik.

Jika kita sudah menentukan pilihan yang sesuai. Kita kembali menilai apakah pilihan yang kita ambil sudah sesuai dengan tujuan utama kita. Bila sudah , cobalah terus menciptakan sebuah kreasi dan timbulkan dalam diri untuk terus mengembangkan kreativitas yang ada.

Tetapi jika belum, cari terus pilihan yang tepat dan jalankan dengan penuh semangat. Pada saatnya kita akan menuai dari hasil yang kita tabur. Selamat menentukan pilihan!

 

Bagaimana dengan kalian semua sobat Rep Powerplant?

Salam hangat dari Tepi sungai Mahakam – East Borneo.

Kategori:Diarry Ku Tag:,

“ Keberanian ” Kunci Untuk Mencapai Kemenangan

 DSC00457

Keberanian

Keberanian adalah sebuah tindakan yang dilakukan seseorang karena adanya sebuah tekanan atau sebuah aktivitas yang membutuhkan feedback dari orang tersebut. Keberanian ini muncul pada saat kita mengalami sebuah tantangan atau hambatan yang harus kita selesaikan.

Tetapi sering sekali orang bersifat pasif atau tidak bisa melakukan apa-apa ketika aktivitas/hambatan/ rintangan itu muncul yang kita namakan tidak memiliki keberanian untuk memulai atau bertindak.

Keberanian dipengaruhi banyak faktor dari internal maupun eksternal. Bila dilihat dari sudut pandang internal , keberanian muncul ketika kita mengalami sebuah tekanan yang berat dalam hidup kita, sehingga membuat kita untuk segera mengambil tindakan melawan atan melakukan tindakan secara cepat.

Misalnya saat kita telah di PHK atau tidak bekerja, kita berpikir keras untuk mencari jalan keluar dengan cara berbisnis atau usaha kecil-kecilan. Walaupun kita tidak memiliki dasar untuk berbisnis, tetapi dengan keberanian yang tinggi kita berusaha untuk segera memulai dan kembali belajar agar bisa mencapai kesuksesan.

Beberapa pendapat mengatakan tidak banyak atau sulit untuk orang untuk memulai sebuah usaha dengan keberanian yang ada dan akhirnya tidak pernah berusaha karena merasa takut akan kegagalan. Yang perlu diingat adalah awal usaha kita merupakan pondasi kita untuk berkembang lebih besar karena kita memiliki pondasi yang kuat.

Sedangkan faktor eksternal disebabkan pandangan orang lain terhadap diri kita. Bila kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa , maka orang lain akan menilai diri kita seorang pengecut , karena tidak berusaha untuk mengapai sesuatu dalam hidup.Salah satu faktor diatas membuat kita untuk bertindak cepat dan tindakan itu sendiri memerlukan keberanian untuk memulai.

Seseorang yang ingin sukses dalam hidup ini perlu memiliki mental keberanian. Keberanian untuk ber tindak, keberanian untuk mempertahankannya, dan keberanian untuk selalu mengembangkannya.

Keberanian dipengaruhi faktor cita-cita apa yang hendak kita capai, bagaimana kita tindakan kita untuk mengapai cita-cita tersebut dan hasil akhir cita-cita yang kita capai dengan penuh semangat yang merupakan passion atau keinginan kita.

Banyak ahli mengatakan butuh keberanian untuk mencapai sebuah kesuksesan , dan salah satunya adalah Sun Tzu yaitu seorang filsuf dan ahli perang yang mengatakan butuh keberanian untuk mencapai sebuah kemenangan.

DSC00167

Memang keberanian perlu tindakan yang berasal dalam diri kita sendiri. Dibutuhkan motivasi atau dukungan untuk bisa menimbulkan keberanian dalam diri. Tanamkan rasa percaya diri dan niat yang tinggi, semangat yang kuat, fokus pada apa yang ingin kita capai serta keinginan yang hendak dicapai agar keberanian muncul.

Keberanian menjadi salah satu alat dalam diri agar bisa mengapai apa yang menjadi passion kita. Sering kita mendengar bahwa tidak banyak orang memiliki keberanian untuk memulai karena takut ditolak, takut gagal , takut rugi , takut berhutang dan sebagainya.

Bila kita ingin mencapai sesuatu yang berharga dalam hidup kita, maka perlu menanamkan sikap berani.Karena sikap berani membawa kita kearah yang lebih baik dengan catatan bahwa sikap berani yang kita miliki untuk hal-hal yang bermanfaat. Tanpa sikap berani kita hanya manusia yang tidak bisa mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita.

Bagaimana pendapat kalian Sobat Rep Powerplant?

 

Sesaat di Tepian sungai Mahakam, Awal bulan April 2013

Kategori:Diarry Ku Tag:,

“Hidup kita” seperti sebuah Proyek yang Kita Kerjakan Sendiri

Seorang Punggawa Rep Powerplant bermaksud untuk pulang kampung ( resign) dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi skala nasional. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, mau mecoba hidup di lingkungan baru tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari2 dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang punggawa terbaiknya. Ia lalu memohon pada punggawa tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya sebelum benar benar pulang kampung.

Punggawa tsb mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti dan segera pulang. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang di minta.

Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si punggawa.

“Ini adalah rumahmu, hadiah dari kami.” katanya lagi.

Betapa terkejutnya si punggawa tsb. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si punggawa tsb. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita mengawasi jalannya sebuah pembangunan proyek. Mari kita selesaikan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam Seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

 

Lakukan yang terbaik hari ini……tetap semangat……

Salam hangat,

Rep. Powerplant

Kategori:Diarry Ku Tag:,

Surat dari punggawa kepada Bapak Insinyur…….

Disebuah pesta kecil perpisahan sederhana bagi Tim Rep Powerplant 6 di ujung timur Indonesia setelah masa kerja proyek disana selesai.

Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera kembali lagi ke kantor pusat dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang harian proyek yang telah bekerja cukup lama dengan kami.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,

“Yang terhormat Bapak Insinyur,

Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

Terima kasih Pak Insinyur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Insinyur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

Terima kasih Pak Insinyur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan.

Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Insinyur buat saya.

Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Insinyur berada.

Amin.”

Setelah sejenak keheningan menyelimuti halaman teras mess, serentak tepuk tangan menggema memenuhi teras mess kami.

Diam-diam Pak Insinyur mengusap genangan airmata di sudut mata, terharu mendengar ungkapan hati seorang tenaga harian proyek yang selama ini . Pak Insinyur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si Tenaga harian tersebut.

Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, dalam sejarah sepenggal cerita Perjalanan Rep Powerplant di ujung timur Indonesia.

Tiga kata kata ajaib “terima kasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif.

Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama sebagai Team Work yang solid.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Ujung timur Indonesia

Rep. Powerplant

Tentang sebuah “ kepercayaan “ ………..

29 Maret 2013 2 komentar

Seperti di project2 yang Rep Powerplant lalui, untuk kebutuhan pokok kami yaitu makan, tidak bisa lepas dari sebuah warung makan dengan menu seadanya dan sederhana yang penting kenyang  dan yang utama adalah keluarga dirumah tercukupi, dikarenakan uang makan setiap minggu sekali, maka tidak ada jalan lain kecuali menulis sebuah catatan harian bon warung “ Buku dosa “. ( tampak dalam foto ada beberapa buku* ).———

Yang saya bahas disini bukan makan ataupun yang lainnya, melainkan tentang sebuah “kepercayaan”.——–

Yach…… sebuah kepercayaan dan kejujuran yang sulit kita dapatkan didunia serba teknologi  modern sekarang. Karena setiap tim kami dan beberapa tim kontraktor lainnya makan, kita tinggal hitung dan menulis sendiri2 di dalam catatan kasbon yang  kami sering sebut sebagai “ buku dosa“ .  Ibu pemilik warung disini yang bernama Bu Marno….begitu kami panggil, tidak pernah mengecek ataupun menuliskannya tetapi selalu bilang tulis saja sendiri…..begitu percayanya walaupun mungkin bisa beresiko seandainya para pekerja2 proyek yang notabene adalah buruh harian lepas yang bisa saja mangkir ataupun tidak membayarnya……tetapi dia mengajarkan kami  di Universitas kehidupan tentang  berprinsip “ Memandang bahwa semua orang adalah baik dan jujur” dengan dilandasi “ Kepercayaan”…….

Kalaupun ada yang tidak jujur ataupun tidak membayar ( lari dari tanggung jawab*) dia menggangap sebagai sedekah……yang penting kita sudah berniat baik dan menolong sesama dengan dilandasi percaya…

Bagaimana dengan kalian sobat Rep Powerplant?

Lembah Bentolo, 29 Maret 2013

Kategori:Diarry Ku Tag:

Tentang pencapaian kita selama ini…….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sudah terlalu lama kita berjalan menyusuri kehidupan ini,  dan kita seakan lengah dan tak peduli sekaligus menghiraukan tentang apa saja yang telah kita lalui.

Sehingga semua pencapaian kita sekarang ini dalam perspektif yang sederhana tergolong “egois” akan tujuan yang telah kita tunggu-tunggu dengan pengharapan penuh.

Tapi entah berapa lama pencapaian tersebut akan bertahan. Kita semua tak ada yang tahu. Kita hanya selalu berharap dan berusaha untuk terus mempertahankannya, atau bahkan mengembangkannya sampai batas setinggi tingginya. Tak dapat dimungkiri bahwa itu sudah bawaan suatu makhluk yang disebut manusia yang selalu tidak puas akan apa yang telah dicapainya.

Cobalah sedikit menengok  ke belakang.  Apa yang telah kita capai sekarang, mustahil tanpa adanya sumbangsih keringat dan air mata siapa saja yang melintasi perjalanan hidup kita. Tak sedikit yang ikut terlibat dalam pencapaian kita sekarang ini. Baik secara langsung atau pun tidak langsung, banyak yang simpatik kepada kita dengan terus memberikan motivasi dan inspirasi.

Dan ada begitu banyak makhluk istimewa yang mungkin tidak kita sangka-sangka dengan ridho dan sukarelanya mau meneteskan air mata untuk mendoakan kita. Kita tak pernah tahu.

Terkadang atau bahkan kita terlalu sering meminta dispa dan lupa memberi salam, kita terus meminta untuk didengar dan lupa untuk mendengar, kita terlalu sering berbicara dan  memaksa mereka mendengar, kita terlalu banyak meminta untuk dimengerti dan lupa untuk mengerti, kita lebih suka dilihat, dan malu untuk melihat, dan kita terlalu sombong untuk dikenal dan gengsi untuk mengenal, terlebih saat salah kita sering berusaha untuk dimintai maaf dan bukan meminta maaf.

Semua yang mereka lakukan dengan tulus dan sepenuh hati untuk memberi salam, mendengar, membiarkan kita berbicara, mengerti, melihat, mengenal dan meminta maaf kepada kita. Lalu, kapan kita berlaku sebaliknya ?

Nampaknya kita perlu sejenak merenungkan  suatu nasihat sederhana dan sarat akan makna. “Ketika kita meminta kepada Tuhan, kita paksa Tuhan memberi apa yang kita minta. dan sebandingkah, ketika ada makhluk yang datang menghampiri kita yang hanya sekedar ingin meminta simpatik kepada kita, lantas kita acuhkan, bahkan kita usir secara primitif?”

Mereka yang menyegerakan segala perilaku untuk berbagi dan memberi telah mencerminkan sikap manusiawi yang sesungguhnya, yang saling tolong menolong terhadap sesama.

Jadi, tengok sekali lagi ke belakang sebelum dengan lantang kita mengeluarkan pernyataan bahwa kita orang yang sukses. tanyakan pada diri kita sampai dimana pencapaian kita selama berapa bulan ? berapa tahun ? atau bahkan berapa abad kedepan ? tentunya bila tanpa MEREKA .

Arti kesuksesan tak semata-mata dipandang dari segi pencapaian, namun ketika kesuksesan tersebut dapat membawa berkah kepada mereka yang ikut terlibat secara langsung atau tidak langsung, dan bahkan yang sama sekali tidak kita kenal bisa merasa damai dan sejahtera bersama kita, itulah kesuksesan pandangan saya, masalah setuju ataupun tidak itu adalah hak anda.

Bukan dengan seberapa banyak kita memberi dan berbagi, melainkan seberapa ikhlas kita berbagi terhadap sesama.

Bagaimana menurut sobat Rep Powerplant dimanapun kalian berada.

Salam hangat,

Rep. Powerplant

Kategori:Diarry Ku Tag:,