Beranda > Diarry Ku > Nasihat dari seorang Sahabat….

Nasihat dari seorang Sahabat….

Sebagai seorang manusia biasa, pada umumnya dan normal pasti menginginkan kehidupan yang “sejahtera” walaupun pengertian sejahtera bagi orang itu relatif.

Keberhasilan dalam mengusung  Rep Powerplant selama ini membuat saya lebih banyak bertemu dan berkenalan dengan relasi kontraktor dan kawan2 sekolah dulu melalui jejaring sosial, walaupun berbeda perusahaan tetapi bergerak dibidang yang sama yaitu konstruksi.

Pada suatu ketika sesaat pas dapat cuti liburan di sebuah kota di Kalimantan, saya bertemu dengan seorang kawan dari perusahaan lain, dan dia menawarkan saya untuk memimpin sebuah proyek, tetapi berada diujung barat negeri ini.

Terus terang, saya bimbang, dengan kerja yang sama, Gajinya dua kali lipat dari yang saya terima berikut fasilitasnya. Padahal yang saya terima sudah lumayan bagus. Berarti, tawarannya dua kali lebih bagus.

Bingung memutuskan, saya temui seorang sahabat Rep Powerplant. Saya ceritakan soal tawaran perusahaan itu apa adanya. Setelah diam beberapa saat, Sahabatku kemudian memberi nasihat. “Sukses bisa di mana saja. Di sini atau di sana, semua sama,” kata Sahabatku mengawali nasihatnya.

“Bagaimana mencapai sukses sebagai karyawan proyek?” tanya saya. “Membalik nasib. Itu yang harus Kamu lakukan,” kata Sahabatku.

“Ketika kamu dulu melamar kerja di perusahaan ini, artinya Kamu yang butuh pekerjaan. Setelah diterima, Anda harus mengubah agar perusahaan butuh Anda,” jelas Sahabatku.  Saya manggut-manggut sambil menghisap sebatang rokok, tetapi sebenarnya saya juga tidak paham benar maksudnya.

 

“Jadilah karyawan yang tak tergantikan. Maka, nilai Kamu akan tinggi. Kalau biasa-biasa saja, nilai tawar kamu juga rendah,” kata Sahabatku. “Jadi, tawaran itu saya terima atau saya tolak saja?” tanya saya. “Terserah kamu. Boleh diterima, boleh juga ditolak. Pertanyaan saya satu, kamu di perusahaan ini merasa senang apa tidak?” tanya Sahabat. “Oh, senang sekali,” jawab saya.

“Bekerja itu, yang pertama harus punya perasaan senang. Dengan perasaan itu, Kamu pasti bisa berprestasi. Dengan berprestasi, perusahaan akan membutuhkanmu. Itu jalan mengubah nasib,” kata Sahabatku.

Dua minggu setelah pertemuan itu, saya bertemu Sahabatku lagi. “Lho, kamu kok belum pindah ke Kontraktor besar  itu?” tanya Sahabatku. “Saya pilih di tempat yang membuat saya merasa senang,” jawab saya, “ Tetapi akan lebih senang lagi bila tempat kita bekerja nyaman dan tidak jauh dari keluarga.

Sahabatku hanya tersenyum. Entah apa yang ada dalam pikirannya.

Kategori:Diarry Ku Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: