Beranda > Diarry Ku > “ Rep. Powerplant ” (tanpa) Demokrasi

“ Rep. Powerplant ” (tanpa) Demokrasi

Agenda rutinitas kami tiap hari sabtu sore sekitar pukul 17.00 wib, mengadakan meting mingguan untuk mengevaluasi hasil kerja dan target kerja di tiap minggu. Semua team dari level atas SM sampai kepada level kepala tukang ( Mandor ) selalu hadir. Seperti biasanya adalah kita membahas masalah2 kerja, mengevaluasi dan mengatasi permasalahan yang menyebabkan keterlambatan sebuah scedule kerja.

————–

Seperti biasanya yang membuka meeting adalah saya sebagai pimpinan proyek, untuk mengevaluasi hasil dan target sesuai scedule kerja, karena kita hanya akan mencari jawaban dari permasalahan klasik dua kata ajaib yaitu  “ Mengapa ? “ dan “Solusi? . Karena setiap kita mengevaluasi hasil kerja..dengan dua kata ajaib tsb, kemungkinan kita akan bisa selesaikan permasalahan dari yang sebatas Intern Team sampai ke level managerial kantor pusat. Dengan kata “ Mengapa kita tidak bisa selesaikan pengecoran tsb sesuai dengan scedule yang harusnya hari ini? Kenapa terlambat?

————–

Dengan begitu kita bisa menguraikan sedikit dari banyak masalah yang menyebabkan terlambat, misalkan…..faktor cuaca ataupun faktor manusia? dalam hal ini tenaga kerja. Karena bisa juga keterlambatan tsb terjadi karena Materialnya kurang, dan tenaga kerjanya kurang. Dengan tahu permasalahannya sehingga kita bisa menentukan solusi. 

—————

Seperti biasa, setiap hari sepanjang hari tiap kami habis jam kerja, kami pasti berkumpul sambil minum kopi dan bercandaan.  Si Lukman ( salah seorang punggawa Rep Powerplant 7 ).

Dan melalui obrolan2 ringan sambil menikmati secangkir kopi yang dibuat berame rame, dia menyelentuk,” Republik Powerplant tanpa Demokrasi “, dan aku pun tersentak kaget, dan bertanya kepadanya,” Kenapa kamu bisa bilang tanpa Rep Powerplant tanpa demokrasi?

Dia pun menjawab,” Karena setiap meeting, kamu selalu memberikan scedule pekerjaan yang ketat, dan jarang sekali mendengar masukan dan pendapat2 dari team yang lain…

Akupun tersentak, diam dan berpikir. Bukannya aku marah kepadanya, tetapi ini sebagai masukan buat Rep Powerplant untuk bisa lebih demokrasi, dan

aku pun menjawabnya,” Bukan begitu maksudku, itu aku lakukan untuk lebih menekankan dan menegaskan supaya kita dan mereka lebih bisa bekerja dengan tepat dan cepat dan terarah sesuai dengan scedule, karena kita bekerja sebagai sebuah Tim,”

dan dia pun mangut mangut saja, entah dia mengerti apa tidak………..

( blora, rep. powerplant 7)

Kategori:Diarry Ku Tag:,
  1. lukman aihakimrisol
    16 Maret 2013 pukul 15:54

    prahara diujung senja
    menyibak sepenggal cerita tentang sebuah kelompok kepemimpinan yang rentas dibatas kehancuran
    tergerus aliran hujan kepongahan………

  2. 16 Maret 2013 pukul 20:49

    Mr Lukman………Begitulah sepengal cerita kita di Rep Powerplant kita……..thanks your visit.
    Salam Engineer…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: