Arsip

Archive for Februari, 2013

Antara Uang dan Kebahagiaan

28 Februari 2013 Tinggalkan komentar

Saya selalu mengajarkan kepada keluarga saya, bahwa uang atau materi hanyalah sarana, bukan tujuan , jika materi menjadi tujuan utama atau menjadi pedoman, maka saat materi itu hilang, akan hilang pula esensi dirinya secara manusiawi.

Sebuah pertanyaan polos, apakah uang dapat membuat kita bahagia?

Bila kita mempunyai banyak uang, kita bisa membeli apapun yang kita inginkan mulai dari rumah megah, mobil mewah edisi terbatas, baju dari perancang ternama sampai makanan lezat dan nikmat dari restaurant terkemuka. Tapi, apakah itu semua bisa membuat kita bahagia?

Ilustrasi ringan, satu keluarga mempunyai rumah megah, semua anggota keluarga memiliki mobil mewah sendiri, uang banyak hingga segala macam kebutuhan terpenuhi. Tapi satu yang jadi masalah, komunikasi di antara sesama anggota keluarga tidak terjalin dengan baik, karena semua orang sibuk dengan urusan dan acaranya sendiri – sendiri.

Sang ayah sibuk rapat ke luar kota, Ibu sibuk arisan, anak-anak sibuk dengan acara gaulnya sendiri. Hingga akhirnya tak mengherankan bila setiap anggota keluarga punya egoisme sendiri sendiri, dan tidak memperdulikan yang namanya kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga. Bila telah terjadi demikian, apakah uang bisa membuat kita bahagia? Apakah uang bisa membeli sebuah kebahagian untuk keluarga kita?

Stress atau depresi, anda mungkin pernah mengalami stress / depresi karena masalah uang ? Banyak dari kita yang mengalami masalah keuangan dan akibatnya menjadi stress karena memikirkan keuangan. Mulai dari cicilan buat motor atau mobil, bayar cicilan rumah sampai kepada masalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dari makan, minum, sampai merokok.

Jika anda mengalami itu semua, jangan khawatir itu artinya anda normal. Kenapa?.. Karena zaman sekarang segala sesuatu telah diukur dengan yang namanya uang. Mulai dari hal besar, cicilan motor atau rumah misalnya sampai kepada hal kecil sekalipun misalnya kalau anda pergi ke MCK. Semua telah diukur dengan yang namanya uang. Kalau telah terjadi hal seperti ini, apakah benar uang bisa membuat kita bahagia?

Kita bekerja banting tulang mulai dari pagi sampai malam, bekerja tanpa kenal lelah untuk mendapatkan uang, bahkan kadang kala kita tidak memperdulikan kesehatan tubuh kita. Hingga pada akhirnya kita pun sering mengalami masalah kesehatan, Sering sakit dan justru menghamburkan uang untuk membayar dokter biar tubuh kita kembali sehat (itu artinya kadangkala uang yang kita dapatkan tak sebanding dengan kesehatan tubuh yang kita korbankan).

Kalau anda pernah mengalami hal seperti ini, apakah uang bisa membuat kita bahagia? Apakah uang bisa mengembalikan kesehatan tubuh kita dan membuat kita kembali bahagia menikmati hidup ini?

Misalkan anda diminta untuk meninggalkan semua uang anda, dan hidup apa adanya tanpa uang. Apakah anda akan bahagia? Bila kita mempunyai sebuah keluarga yang harmonis dan menyayangi kita, pasti anda akan setuju bahwa hidup kita pasti akan lebih bahagia meskipun kita tidak memiliki uang yang banyak, iya kan?

Sumber

Mundur Lalu Melompat? Kenapa Tidak

23 Februari 2013 Tinggalkan komentar

 

DSC00044

Pelangi diatas Rep. Powerplant 7                                                 ( Doc Rep powerplant 7)

Dalam meniti jenjang karier, apa yang kita inginkan? Terus maju dan meningkat itu pasti. Mundur? Kalau bisa jangan atau tidak sama sekali. Tapi bagaimana jika kita berhadapan situasi yang sulit dihindari bahwa kita harus mundur sementara waktu sampai kemudian ketemu sebuah kesempatan untuk maju dan melompat? Apakah pilihan mundur sesaat tadi akan kita abaikan?

Seorang kawan bertutur bahwa di perusahaan tempat ia bekerja saat ini, ia berada pada posisi sulit. Bukan karena ia tidak berprestasi, namun efek krisis global rupa-rupanya menghantam banyak kontraktor dan developer di Bali. Terutama, kontraktor dan developer yang mempunyai keterkaitan dengan ekonomi global. Pembeli dari pihak asing yang menurun atau pembangunan yang ditunda. Dalam situasi sulit tersebut, pengurangan jumlah karyawan adalah sebuah pilihan yang secara alami akan dipertimbangkan oleh sebuah perusahaan kontraktor atau developer.

Atas situasi itu, kawan tersebut berusaha mencari peluang dan kesempatan lain sebelum kemungkinan terburuk itu benar-benar terjadi. Dari berbagai informasi yang ia peroleh, ada sebuah peluang untuk bekerja di perusahaan lain. Perusahaan tersebut jauh lebih besar dari perusahaan tempat ia bekerja. Tapi, posisi yang mungkin untuk dia masuki satu tingkat di bawah posisinya sekarang. Perlukah dia ambil peluang itu atau lebih baik bertahan pada apa yang dia pegang sekarang dan menanti surat sakti atas nama perampingan karyawan? Mari kita lihat bersama.

Untuk mudahnya, kita sebut saja bahwa posisi dia sekarang adalah salah seorang dari staf manajemen proyek dan mengawasi sejumlah pelaksana lapangan. Posisi yang ditawarkan padanya, adalah sebagai pelaksana lapangan. Perusahaan baru yang akan dia masuki, jauh lebih besar dari perusahaannya sekarang baik dari segi permodalan maupun jaringan kerja.

Kepadanya, ketika ia sampaikan cerita ini, penulis jawab kenapa tidak kalau memang itu berpeluang untuk menjadi lebih baik. Bagaimana bisa lebih baik? Ia balik bertanya.

Melalui obrolan rileks antar kawan, penulis ingatkan ke dia bahwa bukankah selama ini pekerjaannya selalu mengawasi pelaksana lapangan bekerja? Dengan dasar itu, sudah semestinya ia tahu bagaimana idealnya seorang pelaksana lapangan bekerja. Kesalahan-kesalahan apa yang umumnya mereka lakukan, langkah-langkah praktis apa yang mereka pilih ketika ada masalah dan banyak kemungkinan lain. Termasuk di dalamnya, bagaimana mengatasi dan menghadapi perilaku tenaga kerja.

Selama menjadi pengawas para pelaksana lapangan, bukankah itu kesempatan untuk mempelajari kekurangan dan kelebihan jabatan itu? Juga kesempatan untuk mempelajari bagaimana mengoptimalkan kinerja mereka selain tentu saja menjadikan mereka sebagai sasaran amarah ketika boss besar menjadikan kita sebagai sasaran amarahnya.

Jika ia mau melihat itu semua dengan pikiran yang positif dan tidak semata-mata mengukur pekerjaan itu sebagai sebuah rangkaian bagan struktur kepegawaian, maka mundur sesaat bukanlah sesuatu yang buruk. Tentu saja, ia pun harus mempertimbangkan faktor ekonomi yang dalam tulisan ini tidak termasuk sebagai pertimbangan utama.

Ketika turun sebagai seorang pelaksana di perusahaan barunya nanti, dengan bekal pengalaman dan didukung kecerdasaannya, kemungkinan besar ia tak perlu berlama-lama berada posisi itu. Ia bisa meng-akselerasi kinerjanya menjadi maksimal. Ia tahu di mana titik lemah dan kekuatan yang harus dia bangun.

Memang benar, bahwa dunia proyek tidak selalu sama. Proyek A tidak akan selalu sama dengan proyek B itu nyaris semua orang tahu. Tapi, prinsip-prinsip pelaksanaan proyek akan selalu sama. Di sanalah ia menggenggam peluang dan mempunyai kesempatan membangun reputasi yang lebih baik di perusahaan yang jenjang kariernya jauh lebih tinggi.

Begitulah logika sederhana menjawab persoalan kawan itu. Begitu pula yang penulis sampaikan padanya. Take the bright side. Pengawas pelaksana dan pelaksana lapangan dalam tulisan ini adalah penyederhanaan masalah. Persoalan rumit biasanya lebih mudah dipahami dengan pikiran.

diambil dari rak album http://bungtekno.com 

( thanks for your inspirasi )

Kategori:Diarry Ku Tag:

Ikatlah Ilmu dengan cara Menuliskannya.

23 Februari 2013 1 komentar

DSC00006

 

Ini bermula dimeja kantor proyek Rep Powerplant 7, tentang scedule pekerjaan yang sangat ketat dsini.
Salah satu Tim Rep Powerplant yang bernama Saiful adalah seorang Penembak Jitu (surveyor)

Kesalutannya dalam memanajement proyek terhadap Site Managernya di Rep Powerplant tentang rencana, teori maupun prakteknya. Dia selalu bilang “ Oh iya, aku lupa…. Sering kali bilang begitu menyebabkan setiap perkataannya akan selalu menjadi bahan tertawaan kita disini.

Lalu dia bertanya
” Bagaimana bisa bagus dalam berteori, dan berpraktek dilapangan? tanya dia kepadaku

dan aku pun jawab,” Lha kamu sendiri menurutmu bagus kah dalam hal ini?” Suatu sat kamu akan jadi seorang pemimpin proyek?

Dia menjawab belum.

Lalu aku bertanya lagi, “Mau bagus seperti aku?”

“Mau”,Jawab Saiful.

“Menurutmu, gimana caranya agar bisa bagus dalam menguasai bidang seperti aku?

“Mempelajarinya…”

“Kurang sekali . Mempelajari saja sebuah  proyek belum tentu membuatmu lebih baik dalam menguasainya tetapi memahaminya”

“Lalu, gimana cara mempelajari dan memahaminya?” Ia kembali bertanya.

“Tulis! kemudian Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya dalam sebuah buku agenda setiap hari, karena kita tidak bisa mengingat lebih banyak lagi dan tidak seingat kita waktu masih kecil dan polos pikirannya.”

Jawabku dengan lugas dan tegas, dan sejenak kemudian dia sendiri tersentak.

lalu menjawab” Oh iya….Aku lupa.

Kategori:Diarry Ku Tag:,

Cari Pekerjaan Baru Tanpa Ketahuan Si Bos

13 Februari 2013 8 komentar

Ilustrasi : Reuters

 

Ketidakpuasan dengan pekerjaan yang sekarang menjadi salah satu faktor alasan banyaknya karyawan yang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaannya saat ini.
Berdasarkan survei terbaru, terbukti lebih dari 25 persen karyawan menghabiskan setidaknya tiga jam seminggu selama di tempat kerja untuk mencari pekerjaan baru. Hampir seperempat dari mereka melakukan wawancara telepon dan 10 persen di antaranya tertangkap basah oleh atasan ataupun rekan kerjanya.
Namun, jika Anda ingin mencari pekerjaan baru tanpa diketahui oleh atasan Anda yang sekarang, Anda dapat mengikuti beberapa tips yang dilansir laman Guardian Careers, Jumat (25/1/2013).

Lakukan secara bertahap dengan perbaikan yang konsisten

Jangan menjadi karyawan yang bekerja lembur hingga larut malam dan kemudian meminta cuti beberapa hari setelahnya. Banjir aktivitas secara mendadak akan membuat atasan Anda curiga. Mulailah untuk meningkatkan kinerja Anda, terutama membangun keterampilan yang berguna untuk karir Anda ke depannya.

Mulai berpakaian yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan
Perhatikanlah berpakaian seperti apa yang biasanya dipakai oleh karyawan yang bekerja di perusahaan yang Anda inginkan dan mulailah berpakaian seperti mereka. Setidaknya jika perusahaan tersebut menyuruh Anda datang ke perusahaan mereka untuk melakukan wawancara kerja, Anda tidak perlu sibuk bertukar pakaian.

Pisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan kantor
Jika Anda mewakili perusahaan untuk menghadiri suatu acara yang dihadiri oleh berbagai perusahaan, jangan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru. Karena hal tersebut dapat membuat Anda terlihat sebagai orang yang tidak profesional.
Namun, Anda bisa memanfaatkan acara tersebut sebagai momen untuk membangun jaringan dengan orang-orang yang hadir dalam acara tersebut dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai perusahaan-perusahaan yang menawarkan pekerjaan yang lebih baik. Kemudian, Anda dapat menghubungi mereka lebih lanjut mengenai pekerjaan yang Anda inginkan melalui email atau telepon. Hal terpenting untuk diingat yakni jangan berikan nomor telepon kantor kepada mereka, tapi berikanlah nomor telepon pribadi Anda.

Jangan terburu-buru mengundurkan diri
Janganlah terburu-buru untuk mengajukan surat pengunduran diri kepada atasan. Sebelum melakukan hal tersebut, pastikan Anda sudah mendapatkan panggilan pekerjaan dari perusahaan lain.

Bijaksana dalam memilih pekerjaan dan perusahaan
Jangan mengirimkan surat lamaran ke suatu perusahaan tanpa mencari tahu informasi lengkap mengenai perusahaan tersebut. Mungkin saja atasan Anda yang sekarang menjadi salah satu atasan di perusahaan tempat Anda akan melamar. Jika hal tersebut terjadi, maka atasan Anda akan tahu jika Anda sedang mencari pekerjaan baru.(mrg)

Sumber

Kategori:Tips n Triks

3 Etiket Penunjang Karier

12 Februari 2013 3 komentar

 

Ilustrasi : Careerealism

 

Setiap lingkungan memiliki etiket yang berbeda demikian pula di perusahaan tempat kita bekerja. Meski terdengar sederhana, kita harus mengikuti peraturan yang umumnya tidak tertulis itu agar sukses di tempat kerja.  
Sebagai anak baru, kita harus memahami betul etiket di tempat kerja sehingga dapat diterima oleh lingkungan yang terasa asing bagi kita. Berikut tiga etiket penting yang harus kita ketahui dan laksanakan sebagai newbies di lingkungan baru, seperti dikutip dari Careerealism, Minggu (27/1/2013).

Berpakaian yang tepat
Perhatikan dengan seksama norma berpakaian yang diterapkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Jika kurang memahami jenis pakaian yang telah ditentukan, bertanyalah kepada rekan kerja atau atasan Anda mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan saat ke kantor. Dengan demikian, Anda dapat menghindari berpakaian yang tidak pantas dan menjadi bahan pembicaraan di kantor.

Gunakan kata ajaib ‘tolong’ dan ‘terima kasih’
Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk menggunakan kata tolong ketika meminta sesuatu maupun mengucapkan terima kasih saat diberikan sesuatu. Dalam dunia, kedua kata ini pun masih memiliki efek luar biasa. Oleh karena itu, pastikan selalu menggunakan kata tolong maupun terima kasih baik kepada bawahan apalagi atasan Anda.
Dengan menggunakan kedua kata tersebut menunjukkan Anda menghormati orang tersebut. Selain itu, menggunakan kata tersebut di setiap kesempatan menunjukkan jika Anda adalah orang yang menyenangkan.

Menjadi pemain tim
Di banyak tempat kerja dan bidang karier, Anda dihadapkan untuk mampu bekerja dengan orang lain. Terkadang memang terasa sulit untuk bergaul dengan kepribadian yang berbeda-beda. Untuk itu, komunikasi menjadi faktor yang sangat penting.
Etiket kantor lain yang harus Anda pahami adalah kemampuan bekerja dengan baik dengan orang lain dan berkomunikasi secara efektif. Luangkan waktu untuk mendengarkan perspektif orang lain. Anda mungkin tidak selalu setuju, tapi kemungkinan Anda dapat belajar sesuatu yang baru dengan bersikap terbuka terhadap perspektif lain dan menghormati pendapat orang lain.
(mrg)

Sumber

Kategori:Tips n Triks