Arsip

Archive for Maret, 2012

Sebuah Pilihan Yang Sulit!

 

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. ‘Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda?’

Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas.
” Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”

Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

 
Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.

Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata : “Coret satu lagi !!”
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya. “Silakan coret satu lagi !” Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itupun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya : “Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan
sulit dipisahkan?”

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.” Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anakpun demikian.Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya
dalam hidup ini hanyalah suami saya.“

Sumber

Tips mengatasi resiko bisnis

 

image

Banyak orang berpendapat, bahwa salah satu ciri entrepreneur yaitu berani mengambil resiko. Resiko keluar dari zona kenyamanan yang didapat selama ini, dan masuk ke dalam zona baru yang penuh dengan ketidakpastian. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, seorang entrepreneur sukses bukanlah orang yang berani mengambil resiko saja. Tapi mereka juga harus bisa mengelola segala resiko menjadi sebuah peluang baru yang menguntungkan.

Untuk memulai usaha memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan keberanian dan strategi bisnis yang matang, sebelum akhirnya masuk ke zona yang serba belum pasti ini. Semua peluang bisnis memang memiliki resiko, walaupun tingkat resiko yang dimiliki berbeda-beda. Ada usaha yang beresiko besar adapula yang resikonya hanya kecil, namun bukan berarti resiko-resiko tersebut tidak bisa diatasi dan diminimalisir. Bagaimana cara mengatasi resiko bisnis? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko.

  • Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat.
  • Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang Anda miliki, jangan sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala resikonya.
  • Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.
  • Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.
  • Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa Anda atasi dengan baik.
  • Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar.
  • Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas Anda. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis Anda. Sekian informasi dari kami, semoga informasi ini bisa memotivasi Anda agar tidak takut lagi dengan resiko menjalankan usaha. Salam sukses.

Sumber

Kumpulan Kata-Kata Bijak Kahlil Gibran

 

image

Kahlil Gibran

  1. Beberapa dari kamu berkata, "Kegembiraan lebih besar dari kesedihan," namun yang lainnya mengatakan, "Tidak, penderitaanlah yang lebih besar." Tetapi aku berkata kepadamu, bahwa mereka tidak dapat dipisahkan. Mereka selalu datang bersama. Ketika salah satunya sedang duduk sendirian di papan mu, ingatlah bahwa yang lain sedang tidur di atas tempat tidurmu. Kahlil Gibran

  2. Seorang teman yang jauh kadang-kadang lebih dekat dari orang yang sudah dekat. Bukankah gunung jauh lebih menakjubkan dan lebih terlihat jelas oleh seseorang yang melalui lembah daripada mereka yang menghuni gunung? Kahlil Gibran

  3. Sedikit pengetahuan yang berperan bernilai jauh lebih baik dari banyak pengetahuan namun terputus. Kahlil Gibran

  4. Semua kata-kata kita hanyalah remah-remah yang jatuh dari pesta pikiran. Kahlil Gibran

  5. Seni merupakan langkah dari apa yang sudah terlihat jelas dan dikenal terhadap sesuatu yang misterius dan tersembunyi. Kahlil Gibran

  6. Keindahan adalah menatap keabadian diri sendiri didalam cermin. Kahlil Gibran

  7. Biarlah tetap ada ruang dalam kebersamaan mu dan biarkan angin surga tetap menari di antara kamu. Sayangilah satu sama lain, tetapi jangan membuatnya sebagai ikatan kasih. Biarkan agar menjadi laut yang bergerak diantara pantai jiwamu. Kahlil Gibran

  8. Generasi mendatang akan belajar kesetaraan dari kemiskinan dan belajar cinta dari kesengsaraan. Kahlil Gibran

  9. Kematian paling menyakitkan menyerupai nabi yang tidak dihormati dalam negerinya sendiri atau layaknya penyair yang menjadi orang asing diantara bangsanya. Kahlil Gibran

  10.   Keraguan adalah rasa sakit karena kesepian untuk mengetahui bahwa iman adalah saudara kembarnya. Kahlil Gibran

  11.   Berlebihan adalah kebenaran yang telah kehilangan kesabarannya. Kahlil Gibran

  12.   Iman adalah pengetahuan dalam hati, di luar jangkauan bukti. Kahlil Gibran

  13.   Iman adalah sebuah oasis di jantung yang tidak akan pernah dijangkau oleh segerombolan pikiran. Kahlil Gibran

  14.   Hidup dan mati adalah satu, layaknya sungai dan laut yang jua satu. Kahlil Gibran

  15.   Persahabatan akan selalu menjadi tanggung jawab yang manis, tidak pernah menunggu kesempatan. Kahlil Gibran

  16.   Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, karena cinta telah cukup bagi cinta itu sendiri. Kahlil Gibran

  17.   Cinta tidak tahu kedalamannya sendiri sampai pada waktu pemisahan. Kahlil Gibran

  18.   Kedermawanan akan memberi lebih dari yang kamu dapat, dan kebanggaan hanya akan menguranginya. Kahlil Gibran

  19.   Saya lebih suka menjadi pemimpi di antara mereka yang hina dengan visi untuk direalisasikan daripada menjadi tuan di antara mereka yang tidak memiliki impian dan keinginan. Kahlil Gibran

  20.   Jika kelangsungan hidupku menyebabkan yang lain binasa, maka kematian akan lebih manis dan lebih ku cintai. Kahlil Gibran

  21.   Jika orang lain melukaimu, mungkin kamu lupa pernah terluka. Tetapi jika kamu melukai dia, kamu akan selalu teringat, dan itu akan menjadi beban bagimu. Kahlil Gibran

  22.   Kalau kamu mengungkapkan rahasiamu kepada angin, maka kamu tidak boleh menyalahkan angin karena menceritakannya ke pohon. Kahlil Gibran

  23.   Jika hati kamu adalah gunung berapi, bagaimana mungkin kamu mengharapkan bunga untuk tumbuh mekar? Kahlil Gibran

  24.   Pengetahuan memupuk benih kamu, bukan menaburnya. Kahlil Gibran

  25.   Hidup tanpa kebebasan adalah seperti tubuh tanpa roh. Kahlil Gibran

  26.   Hidup tanpa cinta ibarat pohon tanpa bunga atau buah. Kahlil Gibran

  27.   Sebagian besar rasa sakitmu adalah ramuan pahit, dimana dokter dalam dirimu menyembuhkan diri dari rasa sakitmu. Kahlil Gibran

  28.   Dari penderitaan muncul jiwa-jiwa terkuat, karakter paling besar yang membakar bekas luka. Kahlil Gibran

  29.   Kebingungan adalah awal dari pengetahuan. Kahlil Gibran

  30.   Pemberontakan tanpa kebenaran adalah seperti mata air di padang pasir yang suram dan gersang. Kahlil Gibran

  31.   Mata manusia adalah mikroskop, yang membuat dunia tampak lebih besar dari sebenarnya. Kahlil Gibran

  32.   Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, tidak seharusnya melihat pada apa yang telah dicapai, tetapi pada apa yang ia cita-citakan. Kahlil Gibran

  33.   Percayalah pada mimpi, karena di dalamnya tersembunyi gerbang keabadian. Kahlil Gibran

  34.   Ketika cinta mengundang kamu, ikutilah dia, meskipun jalannya sulit dan curam. Dan ketika sayapnya memelukmu, menyerahlah padanya. Meskipun pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayap yang bisa melukaimu. Kahlil Gibran

  35.   Ketika kita beralih satu sama lain demi sebuah nasihat, kita mengurangi jumlah musuh kita. Kahlil Gibran

  36.   Kemarin hanyalah ingatan hari ini, dan besok adalah impian hari ini. Kahlil Gibran

  37.   Kamu adalah busur, dan anak-anak mu sebagai panah hidup yang diutus. Kahlil Gibran

  38.   Gairah adalah gunung api, puncak dimana rumput keraguan tak akan tumbuh. Kahlil Gibran   Sumber

Jangan Mengendarai, Tapi Mengemudikan! ( renungan )

 

image

Pada saat kita melihat orang di atas gajah, mungkin kita berpikir orang itu sedang mengendarai gajah tersebut. Belum tentu. Siapa mengendarai siapa? Tergantung siapa yang menentukan arah. Apakah si gajah atau si orang? Kalau gajah yang menentukan arah, kita cuma penumpangnya. Kita hanya mengendarainya. Kalau kita yang menentukan arah, kitalah pengendaranya, kita yang memegang kontrol atau kendali. Kita yang mengemudikannya. Begitu juga dengan kehidupan.
Kehidupan kita sekarang terbentuk karena keputusan-keputusan kita di masa lalu. Entah itu keputusan kita untuk mengambil keputusan sendiri, atau keputusan kita untuk membiarkan orang lain yang mengambil keputusan buat kita. Apakah kita hanya mengendarai atau mengemudikan kehidupan kita?
Kita dipanggil untuk mengemudikan, bukan hanya kehidupan sendiri, tapi orang lain. Itulah fungsi seorang pemimpin. Bukan sekitar yang seharusnya membentuk pemikiran kita, tapi kita yang seharusnya membawa perubahan kepada sekitar.

Bagaimana caranya untuk mengemudikan hidup kita?

1. Semua berawal dari sebuah visi
“Apabila seseorang tidak tahu pelabuhan mana yang dia cari, maka setiap angin adalah angin yang benar”
Kapal layar perlu angin untuk bergerak. Apabila si pelayar mau menuju ke utara, hanya pada saat angin bertiup ke utara baru layar dinaikan, jika tidak maka layar akan diturunkan. Bagaimana caranya si pelayar tahu kapan harus menaikkan atau menurunkan layar kalau dia tidak tahu arah tujuannya? Semua angin sepertinya baik. Angin itu ibarat kesempatan. Banyak sekali kesempatan yang akan datang dalam hidup kita. Semua terlihat baik. Tapi tidak semuanya untuk kita. Dan kalau kita tidak tahu visi kita, akan susah untuk menentukan kesempatan mana yang untuk kita, mana yang bukan. Salah ambil kesempatan adalah kesia-sian dalam waktu, uang dan tenaga.
“dengan melihat hari ini, engkau dapat melihat tangan Tuhan di masa lalu. Dengan melihat masa depan, engkau dapat melihat tangan Tuhan di hari ini.”

2. Meresponi dengan perubahan untuk sesuatu yang lebih baik

Perubahan adalah sebuah proses, janganlah kita puas dengan yang biasa-biasa saja.. TAPI BERUSAHALAH UNTUK MENJADI LUAR BIASA

3. Jangan menyangkal kebenaran, tetapi hadapi dan bersukacitalah

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Bila kita memutuskan untuk bertekun di dalamnya, karakter kita akan terbentuk, lalu pengharapan Tuhan akan datang. Kita naik ke tingkat yang lebih tinggi. Di tingkat yang lebih tinggi ini, kekuatan kita pasti lebih besar. Cobaan akan lebih berat, tapi kalau kita memutuskan untuk bertekun di dalamnya, karakter kita terbentuk lagi, dan pengharapan Tuhan pun datang. Kita naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Tanpa disadari, saat kita lihat melihat ke belakang, kita bukan orang yang sama lagi. Kita telah diubahkan dan “engkau akan tetap naik dan bukan turun!!”

Kembali ke analogi gajah tadi, mungkin terlihat mustahil untuk orang di atas gajah mengontrol gajah tersebut. Gajah yang begitu besar, dengan mudah akan mengontrol orang yang ada di atasnya. Tapi ternyata ada rahasianya. Di salah satu tempat wisata gajah di Thailand, si pawang gajah mengendalikan gajah yang dikendarai dengan cara menyentil telinga kiri gajah apabila ingin gajahnya ke kanan, dan menyentil telinga kanan gajah untuk ke kiri. “begitu juga rahasia untuk mengemudikan kehidupan kita, dan akan tersingkap melalui proses.”

HAVE A NICE DRIVE GUYS

Sumber

4 Prinsip Membangun Sistem

9 Maret 2012 2 komentar
 

image

Definisi dan Fungsi

Soal membangun sistem ini kerapkali menjadi topik utama dalam pembicaraan tentang organisasi. Orang sering membicarakannya tak hanya di forum resmi, seperti seminar, internal meeting, training, workshop,dan seterusnya. Tetapi juga di tempat-tempat di mana ada pertemuan atau perjumpaan bisa dilakukan. Mungkin seperti di pinggir jalan, di tempat makan, atau di kawasan toilet. Dimanapun dibahas, intinya sama:
membangun sistem ini merupakan persoalan vital dalam organisasi.
Kalau merujuk pada pengertian dasarnya, membangun sistem berarti membentuk interaksi secara reguler atau mengusahakan kesaling-bergantungan antargroup atau item supaya menjadi kesatuan yang menyeluruh untuk bekerja mewujudkan tujuan yang diinginkan. Sistem kerja di organisasi itu sama seperti sistem yang bekerja pada mesin kendaraan. Agar kendaraan bisa bekerja sesuai dengan yang kita inginkan, sistem harus aktif. Jika ada salah satu item atau elemen yang tidak bekerja-menyatu pada sistem, pasti kendaraan itu jalannya tidak seperti yang kita inginkan. Pasti akan terasa “there is something less or wrong”.

Ketika konteksnya adalah organisasi manusia, maka sistem di sini punya fungsi antara lain:

1. Membentuk perilaku individu dalam organisasi
Perilaku individu tak cukup dibentuk dengan pengetahuan. Seandainya itu cukup, pasti semua individu dalam perusahaan akan berperilaku sama. Mengapa? Karena semua orang (kecuali sebagian kecil) sudah tahu apa yang baik, apa yang benar dan apa yang bermanfaat untuk dilakukan. Tetapi prakteknya tidak begitu. Artinya, diperlukan sistem yang bekerja untuk membantu individu menjalankan apa yang sudah diketahuinya supaya sejalan  dengan visi-misi organisasi.

2. Membentuk standar kualitas operasi organisasi
Kita pasti sepakat bahwa pelaku usaha di dunia ini sudah tahu kalau keuntungan / profit itu dihasilkan dari benefit yang diberikan kepada pelanggan atau pembeli. Agar benefit yang diberikan itu berkualitas, tidak asal-asalan apalagi merugikan, dibutuhkan sistem kerja yang sudah terstandar. Lemahnya sistem kerap membuat suatu usaha itu tidak sanggup memberikan benefit kepada pelanggan, meski semua orang di situ sudah tahu kalau profit itu didatangkan dari benefit. Sistem di sini berfungsi untuk men-stadar-kan benefit yang harus diberikan kepada pelanggan atau pembeli berdasarkan kualifikasinya masing-masing.

3. Menentukan standar kualitas orang.
Ketika saya masih bekerja di perusahaan pariwisata dulu, kerap saya mendengar penilaian umum yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang keluar dari perusahaan tertentu. Mereka menilai, orang-orang yang sudah pernah bekerja di perusahaan A beberapa tahun dianggap sudah menguasai sekian keahlian. Dengan begitu, harganya mahal kalau pengalamannya digunakan untuk bekerja di tempat lain. Artinya, karena perusahaan A ini punya sistem yang sudah lebih bagus dari yang lain, sehingga orang-orang yang bekerja di situ tak hanya mendapatkan imbalan uang semata, tetapi juga mendapatkan standar kualitas tertentu yang berharga. Di sini, organisasi memainkan sedikitnya dua hal: a) menjadi lahan untuk mencariuang, dan b) menjadi lahan pendidikan (self-education). Fakta ini juga dapat kita jumpai pada sekolah atau lembaga tertentu. Yang membuat sekolah itu beda dalam penilaian orang lain terkadang bukan materi pelajarannya tetapi sistem yang diterapkan di sekolah itu.
Ketiga hal di atas barulah sebatas sebagian dari sekian fungsi sistem dalam organisasi. Intinya, memiliki sistem kerja yang bekerja (the system that works) adalah dambaan bagi semua pemimpin organisasi.

Empat Prinsip

Ketika saya katakan prinsip berarti ini bukan strategi yang bisa dipilih antara: dijalankan atau diabaikan. Prinsip hanya menyediakan satu pilihan yang terangkum dalam Hukum Sebab-Akibat. Kalau kita memilih
menjalankan, akibatnya adalah mendapatkan (hasil, pahala, dst). Kalau kita memilih mengabaikan, akibatnya adalah tidak mendapatkan. Cuma itu pilihannya. Tak ada tawar menawar atau pilihan. Prinsip adalahterjemahan dari hukum-hukum Tuhan yang sudah baku di dunia ini. Bahasa atau istilah untuk menyebutnya bisa bermacam-macam, tetapi esensinya tetap itu-itu juga.

Dari sekian seminar atau diskusi yang saya hadiri, entah dengan para pengamat, pakar SDM atau praktisi SDM, saya ingin memilih istilah-istilah tertentu untuk sekedar menjelaskan hukum Tuhan di atas. Pemilihan istilah itu saya maksudkan: a) hanya untuk sekedar mudah diingat saja, dan b) referensi bagi siapapun yang berkepentingan untuk menciptakan budaya, menciptakan sisitem dalam sebuah organisasi apapun.Istilah-istilah yang saya katakan prinsip itu adalah:

1. Komitmen.
Komitmen yang saya maksudkan di sini adalah bentuk nyata dari sebuah kesungguhan, dari mulai level menggagas sampai level menjalankan, from the world of word to the world of action, dari konsep ke praktek. Sebagus apapun desain rencana atau strategi yang kita rumuskan untuk membangun sistem, akan sia-sia kalau komitmen ini hilang. Anda bisa mengganti istilah yang saya pilih ini menjadi apa saja, tetapi ketika bicara membangun sistem, tak mungkin Anda bisa menghilangkan esensi kalimat kesungguhan di sini. Kesungguhan yang dibuktikan oleh atasan akan menjadi teladan bagi yang lain. Teladan bukan salah satu cara mendidikan orang tetapi satu-satunya. Kesungguhan yang dilakukan oleh bawahan akan memperkuat komitmen atasan. Kesungguhan yang dijalankan oleh atasan dan bawahan akan membentuk sistem.

2. Kelayakan untuk dipercaya (credibility).
Untuk membangun sistem dibutuhkan kehadiran orang yang kredibel menurut sistem yang dibangunnya. Membangun sistem kerja dibutuhkan orang yang ahli di bidang itu. Membangun sistem usaha dibutuhkan orang yang ahli dibidang itu. Membangun sistem keluarga dibutuhkan orang yang ahli atau tahu banyak dan punya pengalaman banyak di bidang itu. Sepertinya tidak ada sebuah sistem yang berhasil dibangun oleh orang yang memang kurang kredibel.Kredibilitas yang saya maksudkan di sini bukan saja kredibel dalam hal
keahlian profesional saja, tetapi juga kredibel dalam pengertian kekuatan moral-spiritual, seperti misalnya kejujuran, ke-amanah-an,ketaatan, dan lain-lain. Abraham Lincoln berkesimpulan, tak ada yang bisa dibangun di atas pondasi pelanggaran. Bahkan, seperti yang dibuktikan praktek hidup, kalau pun ada, itu sifatnya hanya sementara,bagai busa yang cepat menghilang. Meminjam istilah Ronggowarsito,biarpun kelihatannya bejo (safe), tetapi akan berakhir dengan celokoatau molo (danger and damage).

3. Komunikasi
Membangun sistem juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi. Komunikasi yang saya maksudkan di sini adalah menyampaikan pesan kepada orang lain (the meaning) tentang ide-ide yang menyangkut sistem itu. Adapun tehniknya bisa bermacem-macam, tergantung yang kita pilih, tergantung keadaan, atau tergantung lingkungan. Dalam organisasi, tak mungkin ada orang yang sanggup membangun sistem sendirian. Dan lagi, yang namanya sistem itu pasti menyangkut orang lain. Hubungan kita dengan orang lain menjadi aktif karena komunikasi, entah dalam bentuk apapun.

4. Kecerdasan
Prinsip terakhir adalah kecerdasan. Membangun sistem membutuhkan kecerdasan. Meminjam pengertian yang dimunculkan oleh Howard Gardner dalam “Multiple Intelligence”, kecerdasan di sini berarti kemampuan memecahkan masalah di lapangan dengan cara-cara, tehnik-tehnik, atau strategi-strategi yang selalu lebih baik. Ini berarti mencakup kreativitas, menambah pengetahuan, menambah keahlian, kesadaran
menghilangkan kebodohan, kesadaran mengurangi kelemahan, belajar tentang bagaimana belajar, dan lain-lain.
Mengapa kecerdasan juga prinsip? Salah satau alasannya adalah, tidak ada orang yang langsung punya komitmen kuat, tidak ada orang yang langsung punya kredibilitas tinggi, tidak ada orang yang punya kemampuan komunikasi yang canggih, dan juga, tidak ada sistem yang langsung solid begitu hendak dibangun. Semua itu, menurut Hukum Tuhannya diperoleh dengan cara mengasah kecerdasan. Kata Ratu Elizabeth (secara simbolik):“Butuh tetesan keringan (sweat), butuh tetesan air mata (tears), dan butuh tetesan darah (blood).”

Masalah di lapangan

Berdasarkan keempat prinsip di atas, ada beberapa masalah yang kerap kita jumpai di lapangan. Masalah inilah yang sering mengakibatkan usaha kita untuk membangun sistem gagal di tengah jalan. Masalah itu pasti
banyak dan sebagiannya kira-kira bisa kita ambil contoh seperti berikut ini:

1. Hanya pernyataan belaka.

Semua pemimpin dan anggota organisasi berkepentingan untuk membangun sistem. Tetapi kepentingan untuk membangun ini baru diwujudkan ke dalam apa yang saya sebut dengan pernyataan. Misalnya saja: pernyataan mulut, pernyataan tulisan (konsep, rencana, pokok-pokok pikiran, dst),penyataan keinginan (harapan, himbauan, hasrat, kritik, dst).
Semua orang akan sepakat dengan saya bahwa pernyataan seperti di atas tidak bisa diandalkan untuk membangun sistem. Benar, bahwa membangun sistem perlu diawali dengan rumusan yang matang tetapi sejauh apapun rumusan itu dibuat, tetap saja harus diakhir dengan pembuktian (action) sebagai awal dari proses menuju realisasi.

2. Lemah Karakter
Lemahnya karakter moral dan mental yang kita miliki, akan menjadi masalah sendiri. Seperti yang sudah kita bahas di muka, membangun sistem membutuhkan kepercayaan dari orang lain. Agar orang lain bisa trust, dibutuhkan kredibilitas. Kredibilitas ini tentu tidak bisa didapatkandari khayalan. Kredibilitas moral didapatkan dari usaha kita untuk memperkuat karakter moral. Kredibilitas profesional didapatkan dari usaha kita untuk memperkuat karakter mental (kemauan menambah pengetahuan, pengalaman, dan keahlian).
Dari dua karakter inilah yang kemudian menyebar ke power, posisi, kepemilikan, reward, dan lain-lain. Bahkan kalau dilihat dari praktek hidup, keduanya tidak bisa dipisahkan. Jika seseorang hanya ahli saja tetapi moralnya rusak atau minus, kepercayaan orang lain masih kurang. Sebaliknya, jika seseorang hanya bermoral saja, soleh saja, atau baik saja, tetapi keahliannya minus atau rendah, kepercayaan orang lain juga
masih kurang.

3. Me-mekanis-kan hubungan
Seperti yang sudah kita bahas di muka, membangun sistem butuh komunikasi dengan manusia lain dalam pengertian yang luas. Atau bisa dipendekkan dengan istilah menjalin hubungan. Ketika konteksnya adalah membangun sistem, hubungan manusia ini tidak bisa di-mekanis-kan seperti kita menjalin hubungan dengan mesin. Mesin itu, apapun namanya, hanya punya dua kendali prinsip: on dan off (diaktifkan atau dimatikan). Artinya tidak ada mesin yang punya inisiatif sendiri untuk mengaktifkan dirinya atau mematikan dirinya.
Ini akan berbeda dua ratus derajat dengan manusia. Manusia bisa di-on-kan oleh perintah dan bisa di-off-kan dengan larangan tetapi juga punya inisitif, kepentingan dan punya keadaan spesifik yang sifatnya
“sendiri”. Karena itu, tidak bisa kita mengajak orang lain untuk  terlibat dalam usaha membangun sistem dengan menggunakan pendekatan seperti kita memperlakukan mesin. Artinya, dibutuhkan berbagai macam
strategi, tehnis, cara atau metode untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tidak hanya one-off atau one on-off.

4. Salah memahami problem
What is the problem? Menurut definisi yang sudah dibakukan oleh teori manajemen, problem adalah penyimpangan yang muncul (deviasi). Dalam teori, pasti tidak ada orang yang tidak tahu atau tidak ada orang yang tidak bisa memehamai definisi itu. Semua orang akan tahu dan bisa dipahamkan tentang what is the problem.
Tetapi akan lain ketika kita bicara bagaimana problem itu dipahami dalam praktek. Gagalnya proses membangun sistem karena kurang bisa memahami definisi problem dalam praktek. Seperti apakah problem itu harus dipahami dalam praktek? Problem adalah penyimpangan dan penyimpangan yang muncul adalah akibat dari usaha, melakukan sesuatu atau menjalani proses pembuktian. Begitu penyimpangan muncul, timbullah tanda tanya.Tanda tanya inilah yang mendorong kita untuk menemukan solusi. Solusi yang kita temukan berdasarkan problem inilah yang menghasilkan perbaikan demi perbaikan.Belajar dari pengalaman para pengusaha yang pernah diwawancarai oeh Harvard Business School, problem dalam pengertian seperti di atas akan sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan usaha atau bisnis.Dengan mengacu pada problem ini, maka keputusan dan solusi menjadi tepat sasaran atau sesuai dengan kebutuhan keadaan. Di sinilah kecerdasan kita akan terasah berdasarkan keadaan kita, bukan keadaan orang lain atau organisasi lain.
Kebanyakan kita belum melakukan sesuatu secara optimal, tiba-tiba merasa punya problem. Itupun terkesan “didramatisir” seolah-olah problem itu sebesar gunung akan meletus atau sepanjang Tembok Cina yang tak mungkin ditembus. Berdasarkan praduga perasaan ini, kita lantas mendatangkan solusi dengan cara: menambah fasilitas, menciptakan kondisi, menciptakan lingkungan (environment-ing), membuat peraturan yang aneh-aneh (en-ruling), dan lain-lain. Akhirnya, banyak fasilitas yang tidak terpakai, banyak peraturan yang berubah menjadi dokumen lusuh, dan kecerdasan kita tidak terlatih secara bertahap.
Saya yakin bahwa hukum bermain musik yang sudah dibuktikan para musisi besar di dunia ini juga berlaku untuk semua hal, termasuk dalam hal membangun sistem usaha. Hukum itu mengatakan, the best technique is
always not in the book. Not in the book maksudnya adalah akan ditemukan oleh Anda dari usaha Anda dalam melakukan sesuatu untuk mengatasi problem atau melakukan sesuatu untuk berkreasi (to create something).Selama tidak ada yang kita lakukan, problem itu bukan problem tetapi merasa punya problem atau kita yang ber-problem.
Semoga berguna!

Have a positive day!

Sumber

10 Kalimat Yang Paling Ingin Didengarkan Wanita

9 Maret 2012 1 komentar
 

1. "How was your day?"
Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini kepada pasangan, yang terlintas di benak pasangan adalah Anda ingin mengetahui kegiatan yang ia lakukan mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Jadi, jangan salahkan pasangan jika ia bercerita panjang lebar mengenai kegiatannya sepanjang hari. Tapi sisi baiknya adalah, pasangan menganggap Anda adalah kekasih yang perhatian dan siap menjadi teman terbaik untuk berbagi semua cerita.

2. "I can’t believe how sexy you look!"
Jika Anda mengungkapkan hal ini, yang ada di benak pasangan adalah bahwa Anda memang menganggap dirinya menarik. Biasanya banyak wanita yang senang dipuji seperti ini dan sisi baiknya adalah pujian seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan diri pasangan.

3. "How do you feel about [anything]?"
Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Anda mempunyai kepedulian terhadap dirinya. Seperti yang kita ketahui, wanita senang diperhatikan oleh lawan jenis terutama pasangannya.

4. "You’re prettier than your girlfriends"
Mungkin pujian ini adalah pujian yang paling ampuh untuk melambungkan ego pasangan Anda. Pujian ini juga menunjukkan bahwa Anda memberi penilaian yang tinggi untuk dirinya. Namun kami anjurkan agar Anda tidak terlalu sering mengungkapkan pujian ini agar si dia tidak menganggap Anda sedang membual.

5. "You’re really smart"
Dengan memuji kepandaiannya, itu menunjukkan bahwa Anda mengenal kepribadiannya sama baiknya dengan Anda mengenal fisiknya. Ini membuat wanita merasa dihargai dan Anda tidak menjadikan dirinya semata-mata objek sex belaka yang berarti Anda juga respek terhadap dirinya sebagai wanita baik-baik. Wanita menyukai pria yang sopan dan bersikap jantan, dalam hal ini Anda berarti telah memenuhi kedua persyaratan tersebut.

6. "You’re great in bed"
Percayalah bahwa pernyataan ini dalam membuatnya bak seorang Dewi Asmara. Biasanya wanita senang mendapat pujian seperti ini karena ini berarti ia tahu betul bagaimana memuaskan pasangannya di ranjang. Dengan memberikan pujian mengenai performanya di ranjang, mengindikasikan bahwa bagi Anda sex bukan terbatas pada orgasme saja, namun Anda menghargai setiap usaha dan manuver yang ia lakukan bagi Anda di atas ranjang.

7. "I want to spend my life with you"
Ini adalah suatu kalimat dengan makna yang dalam. Kalimat ini biasanya diungkapkan oleh pria yang siap memasuki tahap hubungan yang lebih serius. Sebaiknya siapkan diri Anda untuk menghadapi konsekuensi dari pernyataan yang Anda ucapkan. Jika Anda memang merasa si dia adalah soulmate Anda, silahkan ungkapkan isi hati Anda yang terdalam. Kalimat serupa lainnya yang dapat Anda ungkapkan adalah "Hanya kamu seorang yang dapat membahagiakan diriku" atau "Saya tidak ingin membagi hidup saya bersama yang lain."

8. "You’re my best friend"
Seperti yang kita tahu, pria tidak dapat hidup tanpa teman-temannya. Umumnya kaum pria juga lebih senang berbagi cerita dan masalah dengan teman-temannya. Jadi jika pria mengatakan kepada pasangannya dengan kalimat seperti ini berarti pria telah menemukan tempat berbagi yang paling cocok untuk dirinya.

9. "You’ll make a great mother"
Menikah dan mempunyai anak adalah impian setiap wanita namun banyak juga kaum wanita yang ragu apakah mereka mampu menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya kelak. Dengan mengungkapkan kalimat seperti ini, berarti Anda memberinya kepercayaan untuk membina dan membangun rumah tangga bersama dengan Anda. Ini juga dapat menenangkan sisi batiniah pasangan.

10. "You make my life complete"
Bagi wanita, kalimat ini mempunyai arti bahwa ia adalah satu-satunya wanita dalam hidup pasangan mereka. Setiap wanita selalu ingin mendengar kalimat seperti ini dari pasangan mereka. Bagi kaum pria sendiri, kalimat ini berarti mereka telah menerima sepenuhnya kehadiran pasangan mereka.

Sumber

Kategori:Tahukah Sobat? Tag:

Kata – Kata Bijak Hari ini

3 Maret 2012 6 komentar

 Darkened Bliss

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Tersenyumlah dengan wajar .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Thanks For : http://safruddin.wordpress.com/