Beranda > Serba Serbi, Tahukah Sobat? > SEJARAH ROKOK KRETEK Ternyata dari Kota Kudus

SEJARAH ROKOK KRETEK Ternyata dari Kota Kudus

 

Sejarah Rokok Kretek

Sejarah rokok kretek, mengapa dinamakan dengan rokok kretek ? rokok kretek merupakan rokok yang berbahan dasar dari tembakau asli yang telah dikeringkan dan dicampur dengan saus cengkeh, kemudian bila dihisap akan berbunyi kretek-kretek, sehingga disebutlah dengan rokok kretek. Ada yang mengatakan bahwa rokok kretek merupakan rokok dengan bahan alami tanpa campuran apapun dan pembuatannya pun tidak dapat menggunakan mesin pembuat rokok.

Sejarah Rokok Kretek

Mengenai sejarah rokok kretek memang belum begitu jelas asal usul sejarah nya, tapi berdasarkan kisah yang hidup di kalangan para pekerja di pabrik rokok, sejarah rokok diawali dari penemuan Pak Haji Djamari yaitu pada sekitar akhir abad 19. Dikisahkan bahwa pada awalnya Pak Haji Djamari yang juga sebagai penduduk asli Kudus ini merasa sakit bagian dada, Pak haji Djamari kemudian mengoleskan minyak cengkeh, ia merasakan bahwa sakit yang dirasanya reda. Pak Haji Djamari kemudian mencoba berekpresimen dengan cengkeh tersebut, ia merajang cengkeh dan dicampur dengan tembakau kemudian dilinting menjadi sebuah rokok.

Sejarah Rokok Kretek

Pada masa itu melinting rokok sudah biasa bagi kaum pria. Pak Haji Djamar yang telah berkekpresimen dengan mencampur cengkeh pada rokoknya, secara rutin ia menghisap rokok ciptaannya itu, kemudian ia merasakan rasa sakitnya hilang. Ia pun memberitakan rokok hasil penemuannya tersebut kepada para kerabat dekatnya. Berita pun menyebar dengan cepat, kemudian permintaan rokok yang dianggap obat itu pun mengalir, dan pak haji Djamari melayanan banyak permintaan rokok cengkeh.

Rokok hasil eksperimen pak haji Djamari ini bila dihisap mengeluarkan bunyi ‘keretek’, sehingga rokok ini pun dikenal dengan nama ‘rokok kretek’. Pada awalnya rokok kretek ini dibungkus dengan daun jagung kering atau yang disebut dengan klobot. Rokok kretek buatan pak haji djamari pun semakin terkenal. Pak Haji Djamari meninggal pada tahun 1890, mengenai data diri atau identitas dari pak Haji djamari ini sampai saat ini masih belum begitu jelas, hanya rokok kretek hasil temuannya yang terus berkembang sampai saat ini.

ref :wikipedia.com

Source : http://ridwanaz.com

  1. 24 Juni 2013 pukul 20:24

    We absolutely love your blog and find the majority of your post’s to be exactly what I’m looking for.
    Do you offer guest writers to write content in your case?
    I wouldn’t mind writing a post or elaborating on most of the subjects you write concerning here. Again, awesome web log!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: