Beranda > Renungan > CARA PANDANG, SIKAP, DAN PERILAKU

CARA PANDANG, SIKAP, DAN PERILAKU

Pengembangan Sikap untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

CARA PANDANG, SIKAP, DAN PERILAKU Di pagi subuh yang dingin, di suatu kompleks perumahan baru, yang sebagian besar dihuni keluarga-keluarga muda, nampak kehidupan baru akan dimulai. Di empat rumah yang berjejer, tampak pintu dan jendela sudah dibuka, dan penghuninya sepasang suami istri sedang membenahi rumah mereka. Ketika itu seorang pemuda melewati deretan rumah-rumah itu, pemuda ini menarik perhatian keempat pasangan muda ini.

Di rumah no. 1: Sang suami berkomentar: "Rajin amat pemuda itu pagi-pagi sudah pergi ke mesjid, itu yang harus ditiru pemuda-pemuda sekarang."

Di rumah no. 2: Sang suami berkata kepada istrinya: "Lihat anak muda itu pagipagi sudah berangkat kerja, pasti kantornya di luar kota."

Di rumah no. 3: Sang istri berkomentar: "Jaman sekarang masih ada pemuda yang ulet ya, dia kelihatannya akan pergi ke pasar induk untuk membeli sayur, kemudian dijual lagi di kampung-kampung seperti juga ayah saya dahulu."

Di rumah no. 4: Sang istri tanpa berkomentar langsung menutup pintu dan jendela rumahnya, sambil berkata dengan tergesa-gesa: "Wah gawat kompleks kita sudah mulai dijarah rampok, lihat pemuda itu. Dulu rumah orang tuaku pernah dirampok, walaupun hari sudah mulai terang seperti hari ini."

Kemudian ketika keempat suami ini bersama-sama pergi ke kantor dengan kendaraan dinas mulailah mereka menceritakan apa yang dilihatnya dengan versi masing-masing, setelah semua selesai berdebat mempertahankan versinya, si supir berkata: "Itu tadi saya kok pak, berangkat pagi karena mau memperbaiki mobil dahulu."

Dari cerita di atas bisa ditarik pelajaran bahwa: setiap orang cenderung menilai seseorang berdasarkan pengalaman masa lalunya, selain itu terlihat bahwa cara pandang dia akan menentukan perilakunya.

Di dalam pekerjaan kita sebagai penatalayanan (Customer Service), bagaimanakah kita memandang Pelanggan selama ini?

MEREKA ADALAH MANUSIA Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa Pelanggan adalah orang yang paling penting di Perusahaan kita, dia adalah individu yang menjadi tujuan kerja kita. Kepuasan dia adalah ukuran kualitas kerja kita. Kalau seorang instruktur diukur dari kepuasan peserta pelatihan, seorang guru diukur dari tingkat kelulusan anak didiknya, seorang dokter diukur dari kemampuannya menyembuhkan penyakit. Maka seorang penatalayanan diukur dari kemampuannya memuaskan Pelanggan.

ADAKAH CARA YANG LEBIH BAIK

Membangun Sikap positif terhadap Pelanggan dan Kerja 1

Pengembangan Sikap untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Apa yang bisa kita lakukan untuk dapat memenangkan dan mempertahankan Pelanggan?

Sebagai penatalayanan (Customer Service), kita selayaknya memahami bahwa Pelanggan bukanlah barang mati yang dingin, mereka terdiri dari daging dan darah, oleh karena itu Dale Carnegie menyarankan bahwa setiap kali berhubungan dengan manusia, selayaknya diingat bahwa mereka adalah makhluk yang beremosi, bukan sekedar makhluk yang berlogika. Mereka berusaha mempertahankan citra diri, dan haus akan apresiasi.

Penampilan membuka pintu dan sikaplah yang mempertahankannya, prinsip ini sebaiknya dihayati oleh penatalayanan. Di dalam proses komunikasi maka sikap kita akan lebih mudah ditangkap oleh Pelanggan daripada pembicaraan kita.

Pandangan penatalayanan yang menganggap bahwa pekerjaan ini akan membuat makan hati, tidak enak, manipulatif, ngotot-ngototan tentu hanya akan menghasilkan sikap menang-kalah dan akan tercermin dalam cara pelayanannya. Sebaliknya apabila kita menyuburkan pandangan bahwa pekerjaan ini adalah untuk membantu orang lain dalam mendapatkan apa yang ia senangi atau perlukan, maka akan menghasilkan sikap perilaku yang menang-menang dan

akan memuaskan Pelanggan. Seperti apa yang dikatakan Goethe bahwa pikiran kita seperti ladang; apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. "Saya ingin menolong sebanyak mungkin orang hari ini," itulah seharusnya doa dan tekad kita setiap bangun pagi.

Kemudian ketika akan memulai pekerjaan, luangkanlah sedikit waktu untuk bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana caranya agar saya dapat memberikan pertolongan yang berarti bagi Pelanggan, dan membuat mereka senang dan puas?"

Kalau kita sungguh-sungguh melakukan ini, maka sebelum manfaat itu dirasakan orang lain, kita sendirilah yang akan merasakannya, karena hidup kita akan diperkaya dan kita

menikmati pekerjaan kita. Pekerjaan bukan lagi sebagai beban tetapi sebagai perjalanan hidup yang penuh warna untuk kita nikmati.

Sebenarnya Pelanggan terbesar dan terutama yang harus kita menangkan pertama kali adalah diri kita sendiri.

Kesintingan adalah apabila kita selalu mengerjakan pekerjaan dengan cara yang sama, namun ingin mendapatkan hasil yang lebih baik.

Anonim

  1. 5 Mei 2013 pukul 17:33

    By smoking actual cigarettes, your hands may get yellowish
    nicotine Mastication gums and patches are not
    functional out present. e-cigs And, they are is high gear, but
    it does meanspirited that the act of citizenry who would be harmed by taking e-cigarettes
    off the grocery or by persuading people to give up their use is satisfying.

  2. quick loans same day
    27 Mei 2013 pukul 19:23

    The unhurt purpose is centered on for its covert,
    the iPhone 4 is mercifully seeable in entire sunlight, and operation in low unclouded and
    at uttermost viewing angles are well-disposed. cash loans Feel free to reach
    us anytime at Now for Hard Cash Today.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: