“ 100 “

12 September 2013 Tinggalkan komentar

Kuberi judul “100”  yaitu genap sudah hari ini  13 September 2013,  100 harinya Almarhum Bapakku pergi untuk selama lamanya…..……

Tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur

Tenggarong, 05 Juni 2013, 18.15 WITA

Senja ini yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku, disaat sungai mahakam meluap dan merendam rumah kami dan diantara kami ber3 saudara dan aku anak yang paling bungsu dan yang paling jauh diantara semuannya dikarenakan saya sekarang berdomisili di Tepi Sungai Mahakam Tenggarong Kab Kutai Kartanegara.

Hal yang selama ini aku paling takutkan dan khawatirkan semenjak aku masuk dunia kerja yang mengharuskan aku harus sering dan pergi lama tinggalkan kampung halaman ke seluruh pelosok nusantara sebagai Punggawa Rep Powerplant,  akhirnya terjadi juga disaat jarak ribuan kilometer jauh dari rumah.……berita dari duka dari rumah yang mengabarkan bapakku telah pergi untuk selama lamanya, mendengar berita, terasa sesak didada, kesedihan dan air mataku tak terasa mengalir……seketika itu malam langsung kami sekeluarga terbang ke Kudus untuk melepas kepergiaan beliau esok harinya yang pemakamannya menunggu kedatangan kami sekeluarga. Begitu mendadak disaat aku sedang mencari jati diri dan berusaha bertumpu kepada kaki sendiri.

Hal yang aku ingat dari banyak pelajaran dari almarhum bapakku adalah…….terlalu banyak pelajaran yang selama ini aku dapatkan dari beliau……banyak sekali……salah satunya yang baru aku lakukan sekarang ini.

” Orang berusaha mandiri  layaknya bayi yang baru lahir…….yaitu dari Merangkak, kemudian Berjalan dan baru Berlari……dan Jangan takut Gagal dan yang penting Berusaha…berusaha dan  Jangan Pernah Menyerah. 

Terima kasih ya Allah atas karuniamu menganugerahkan bapak yang bijaksana selama hampir sepertiga abad usiaku ini.

Banyak yang ingin aku katakan..…sampaikan..…dan ceritakan tentang kehidupan ini dan meminta nasehat2 bijak kepada beliau..….tetapi kini  hanya kuungkapkan dalam doa2ku disetiap sujudku ya Allah…..

Semoga engkau mendapat tempat terbaik  disisiNya di surga, dan semoga aku bisa bercermin dan belajar seperti beliau dalam mendidik anak dan keluarga kecilku………amin…. amin …. amin.

 

Tepi Sungai Mahakam, 13 September 2013

Dari yang selalu merindukanmu

Anak bungsu mu.

Kategori:Diarry Ku Tag:, ,

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia

31 Agustus 2013 Tinggalkan komentar

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas
Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di
landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!) .
Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini? Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah
pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para
pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250 . Bapak Presiden kemudian berbincang
melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto
karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250 .

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan…
Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan… ……. …….
“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, … ….itu sebenarnya
memiliki visi yang luar biasa cemerlang!

Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur… ….. .Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan- perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, ….. ….. ..anda semua lihat sendiri….. ….. ….N 250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah
penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turbopop di dunia yang mempergunakan
teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam)
dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya. Dik tahu… ….. ….. …di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.. ….. ….. .

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan
mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa… ….. ….. … Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua… ….. ….. ….. …?
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll
dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”
Pak Habibie menghela nafas… ……. …… …….
Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk
sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan
produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co- Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus- menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.Saya turut mendesain rancang- bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan
teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11 . Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel
instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG ). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau
touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic , N2130 juga sangat
efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di
beberapa pesawat generasi masa kini. Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipepertama…. ……. …… N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu….. ….bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250 , saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-
benar lahir… ……. …kita tak perlu susah- susah membeli B737 atau Airbus 320.
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya…… ……. …….
“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya
tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130 . Ia bukan karena anak
Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang,
kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat
terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia” .

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
 Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
 C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
 D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu! Itu saja!”
Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:
“Kalau saya upamakan, Q itu
nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D
nilainya 1 pula, jika dijumlah maka
menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik. ….. ….. ..organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000
sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik. ….. ….. ….. ..”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ….. …… ……. …….
“Dik, …. ….. .saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ….. ….. .ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang
dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi
dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya… ….. ….saya mau kasih informasi… ….. … Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari
sebelumnya, tak pernah ada tanda- tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu. ….. ….. ….. ….. …”
Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…. …… ……. ……. …..seisi ruangan hening dan turut serta larut
dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.
Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan…. ……. …… …….
“Dik, kalian tau… ….. ….. ….2 minggu setelah ditinggalkan ibu.. ….. ….. suatu hari, saya pakai
piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga
sendirian sambil memanggil- manggil nama ibu.. ….. .. Ainun…. ….. Ainun …. ….. ….. …Ainun ….. ….. ….saya mencari ibu di semua sudut rumah.
Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa
mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini… ….. ….. .’ mereka bilang
‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama
saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus…. ….. ….. .

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga…. ….. ….. ….. ….. ….”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana- kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan
berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ……. …… ……. .. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun… ….. ….. .dan hari ini persis 597 hari Garuda
Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia… ….. .
Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat….. ….. … saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna
menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya , kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing
B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan
memakamkannya di Taman Makam Pahlawan.

Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”
Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…. …… ……. ……. .
Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…. ….. ….. ….. ..
Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua
anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat
universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).
Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis.

Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya.
Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli
buku ini di kota mereka. Dik, asal you tahu.. ….. ….. semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para
penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat. Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar
bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya
sangat inspiratif…. ….. ….. ….. ” (pada kesempatan ini pak Habibie
meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun
yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan
maupun rekaman apapun.

 

Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo
Sumber : itb77-bounces@bhaktiganesha.or.id; on behalf of; Herry Saptanto
[herrys@umcntp.co. id]

( diambil dari Rak Dunia Cyberspace )

Jual Batu Pecah Crusher

24 Agustus 2013 2 komentar

Areal Pertambangan PT Morris di desa Selerong Kec Sebulu Kab Kutai Kartanegara.

Sementara ini kami sebagai suplayer Batu untuk Proyek Perkerasan jalan Houling Batu Bara.

 

Kerjasama dengan kakak, kami juga melayani Jasa Kontraktor Sipil dll termasuk Jasa Transportasi Dump Truck, Water Tank ( untuk penyiraman jalan batu bara )/ Fuel Truck ( Truck Solar ), Penjualan material Batu Koral, Agregat A dan Agregat B untuk perbaikan jalan, Pasir Mahakam, yang Quarry kami dengan Crusher ada di KM 2 Sanggulan Kec Sebulu Kab Kutai Kartanegara.

Berikut Material Crusher yang Kami sediakan antara lain sbb :

  1. Batu 1/2   
  2. Batu 2/3   
  3. Batu 5/7   
  4. Batu belah
  5. Pasir Mahakam
  6. Agregat A
  7. Agregat B
  8. dll.

Bila Teman2 ada yang membutuhkan Material tsb ataupun Jasa Kontraktor, harga kami bersaing dan akan kami berikan harga yang terbaik buat sobat semua.

 

     

    Hubungi kami :

    Nor Erwan Nugroho

    Jl. Erlian No. 40 RT 10 RW 4 Ds Sanggulan

    Sebulu -  Kutai Kartanegara 75552

    HP.  0812-5399-5399

            081-697-6809

    Email : tkg.nugroho@gmail.com

     

    Berikut Quarry Stone Crusher

Proyek # 1

23 Agustus 2013 1 komentar

Berjuang melawan hidup…….dan mencoba kerasnya alam West Borneo, inilah yang sekarang mencoba menembus batas.

Mencoba berusaha bertumpu pada kaki sendiri tidak segampang dan semudah yang kita bayangkan, kita berjalan seperti orang yang berjudi atas keadaan.

Awal pertama kali sebelum keadaan lokasi proyek.

Sebuah Fuel Storaged 100 KL untuk perusahaan pertambangan di Site Keham  Kab Kutai Kartanegara.

Lika liku perjalanan menuju lokasi proyek bilamana hujan melanda, walaupun hanya 5 menit saja, tetapi memuat jalana menjadi licin.

Semua dengan keadaan keterbatasan…termasuk menanak nasi sendiri di hutan.

Sayangnya diluar perhitungan saya, tambang di site tsb ditutup areal dikarenakan akses jalannya tidak ada untuk jalan Houling batu bara ( belum clear dgn pemilik jalan tambang ), jadi banyak kontrak yang akhirnya belum ada kejelasan kelanjutannya dan begitu juga dengan tagihan keuanganya yang pada awalnya bagus tepat waktu sesuai kesepakatan, tetapi seiring perjalanannya untuk tagihan ke 2 dan ke 3 agak terganggu (lama) tidak sesuai dengan perjanjian awalnya. ( Sleepy smile)

Tidak ada yang bisa memastikan bila usaha itu  berhasil atau tidak, walaupun secara matematis proyek tsb memperoleh keuntungan, tetapi seiring perjalanan ada hal yang diluar dugaan saya yaitu site tambangnya ditutup. Pelajaran yang saya ambil dan usaha kita tidak bisa mengetahuinya apa yang terjadi kedepannya, apakah itu usaha itu berhasil ataupun tidak, tetapi setidaknya kita sudah berusaha walaupun pada akhirnya kita belum berhasil ( not sucses Crying face), tetapi yang namanya usaha itu adalah  Jangan pernah menyerah…terus mencoba dan mencoba……..dengan sabar dan dengan doa tentunya. AminStar

 

Tepi Mahakam……

East Borneo site Keham – Kukar

Percayalah pada Keberuntungan

22 Agustus 2013 Tinggalkan komentar

 

KAMAJAYA, DIREKTUR UTAMA/PEMILIK PT GENDHIS MULTI MANIS. Foto: Investor Daily/EMRAL

Perpaduan antara kerja keras dan keberuntungan telah mengantarkannya menjadi seorang pengusaha sukses yang sangat diakui dalam industri gula nasional. Berkat sentuhan tangan dinginnya, Kamajaya berhasil membangun dua pabrik gula (PG) miliknya, yaitu PT Industri Gula Nusantara (IGN) di Kendal dan PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Grobogan, Jawa Tengah.
Ternyata industri gula bukanlah bidang yang semula diidam-idamkannya. “Saya dulu bercita-cita menjadi sopir bus Kramat Jati atau Lorena,” tutur Kamajaya kepada wartawati Investor Daily Alina Musta’idah di Jakarta, baru-baru ini.
Kamajaya bukanlah pengusaha bertipe pemburu rente, spekulan, atau yang semata mengeruk keuntungan dengan menghalalkan segala cara. Kamajaya sangat menjunjung tinggi idealisme. Ia menghendaki dua perusahaan gula yang dinakhodainya tak hanya meraih keuntungan, tapi juga memberikan kemaslahatan kepada masyarakat luas.
Kamajaya bahkan punya obsesi ikut membangun industri gula nasional yang sehat dan tangguh, tanpa distorsi, sehingga menguntungkan semua pemangku kepentingan (stakeholders), terutama petani dan konsumen. “Kalau saat ini ada ‘samurai gula’, saya ingin menjadi pendekar gula. Punya ilmu tinggi, punya senjata yang seimbang, keberanian, dan hati nurani,” tegas dia.
Kamajaya juga punya filosofi bisnis yang berlandaskan moral dan nilai-nilai kebajikan. “Jangan ambil hak orang. Itu sumber segalanya, sumber keserakahan, sakit hati, dan korupsi,” tandas dia.
Tak diragukan lagi, Kamajaya adalah seorang pekerja keras yang gigih dan ulet. Toh, ia tetap percaya bahwa bekerja keras saja tak cukup. “Saya memang pekerja keras, tetapi saya sangat percaya keberuntungan,” ujar dia.
Apa saja obsesi Kamajaya? Bagaimana ia menerapkan gaya kepemimpinan? Mengapa ia sangat percaya keberuntungan? Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.

Bisa cerita success story Anda?
Sejak dulu saya memang senang berbisnis. Dari SD, saya sudah membantu kakek menjual kompor di toko kecil. Saya hanya membantu mengikat-ikat. Kalau dapat untung, rasanya senang. Saat kuliah, saya berjualan baju hamil dan baju anak-anak untuk membantu biaya kuliah. Saya kuliah di teknik sipil, sehingga butuh biaya banyak. Saya juga memasok baju ke department store.
Selain jualan baju, saya menjadi guru les di SD dan SMP. Uang saya paling banyak untuk ukuran mahasiswa waktu itu. Meskipun kuliah sambil kerja, saya lulus paling cepat, yakni dari 1986 hingga 1990. Kemudian saya ke Jakarta, bekerja di Bimantara, menjual komputer. Baru dua bulan, saya diterima di perusahaan peralatan eksplorasi minyak selama setahun. Kemudian saya mendapat beasiswa S2 di Universitas Prasetya Mulya, mengambil master keuangan dan pemasaran.
Sebelum lulus pada akhir 1993, saya diterima bekerja di Multi Fortuna yang memasok barang-barang hotel, restoran, dan klub golf. Di sana, saya belajar dan menjadi matang. Atasan saya menyuruh saya bekerja, dari mulai menyiapkan gudang sampai berjualan. Sampai sekarang saya menjadi distributor barang-barang hotel, tetapi teman saya yang menjalankan.
Pada 1996, saya mulai berjualan buah, itu juga berjalan sampai sekarang. Saya melihat ada potensi besar di situ. Awalnya saya berjualan buah lokal, seperti jeruk dari Nambengan dan Magetan, atau melon dari Madiun. Sekarang jual pisang juga. Saya pun impor buah, seperti apel dan anggur dari Amerika, Australia, Tiongkok, Iran, dan Afrika Selatan.

Bagaimana awal Anda masuk industri gula?
Saya masuk ke industri gula pada 2002. Awalnya saya ditanya bos, apakah sanggup mengerjakan logistik untuk Coca Cola. Ternyata bisnis itu menguntungkan. Makanya, saya kemudian bertekad memiliki bisnis yang size-nya agak besar. Saat itu saya melihat ada PG di Kendal yang sudah 10 tahun mati. Lalu saya perbaiki, sehingga bisa giling tebu lagi. Pada tahap I, kapasitas produksi baru 1.700 TCD (ton cane day) dan meningkat menjadi 2.500 TCD, tapi sekarang turun sedikit.
Industri gula membutuhkan modal besar dan menyentuh banyak orang, terutama petani. Saya memulainya dari kepercayaan. Waktu tidak punya modal, saya memiliki banyak teman. Ada investor juga yang bergabung. Waktu itu Anda bukan siapa-siapa dalam industri gula.

 
Bagaimana Anda bisa meraih kepercayaan, terutama dari perbankan?
Prinsip saya, jangan mudah menyerah. Konsep dan modal bisnisnya harus jelas. Sampaikan itu ke rekan bisnis. Memang, waktu itu tidak mudah mencari pinjaman bank. Saya menyampaikan presentasi kepada 12 bank dan semuanya ditolak. Hanya BRI yang mau memberi pinjaman karena tujuan saya sama dengan visi mereka. Kami mempekerjakan 15 ribu orang dan bisnisnya sesuai dengan program pemerintah, yakni swasembada gula. Makanya sampai sekarang saya loyal kepada BRI.

 
Anda sedang membangun PG baru di Grobogan. Bagaimana perkembangannya?
Saya membangun PG Gendhis Multi Manis (GMM) di Grobogan, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun. Pabrik ini dibangun selama 2,5 tahun dan akan beroperasi mulai November 2013 dengan kapasitas produksi 4.000 TCD. Setelah setahun, PG tersebut akan dievaluasi dan selanjutnya bakal ekspansi menjadi 8.000-10 ribu TCD pada 2015. Jika ini terealisasi, GMM akan menjadi PG berkapasitas produksi terbesar di Jawa. Saat ini, gula produksi GMM akan dipasok untuk kebutuhan Jawa Tengah yang masih defisit 180 ribu ton per tahun.

Apa upaya Anda untuk mendekati petani?
Saya berupaya membangun komunitas dengan petani. Sebagai perekat, kami mendasarinya dengan kejujuran dan kepercayaan. Untuk meraih kepercayaan petani, perusahaan memberi jaminan rendemen 8%. Kami juga menentukan bagi hasil sebesar 60% untuk petani dan 40% untuk perusahaan. Biasanya, bagi hasil 60-40%. Dahulu, lahan tebu di sana hanya 300 hektare (ha) dan dalam setahun bertambah menjadi 3.500 ha.

Visi dan misi Anda masuk industri gula?
Kalau saat ini ada ‘samurai gula’ (sebutan yang lazim digunakan untuk para pelaku kartel gula dan pemburu rente dalam industri gula nasional, red), saya ingin menjadi pendekar gula. Punya ilmu tinggi, punya senjata yang seimbang, keberanian, dan hati nurani. Sedangkan misi saya adalah membangun bisnis yang menguntungkan dan dapat berbagi dengan masyarakat.

Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?

Saya cenderung rileks, tetapi kerjanya harus berprestasi. Saya tidak anti orangtua, tetapi saya ingin cari yang muda-muda. Anda tahu Jokowi kan? Dia salah satu orang muda yang patut dicontoh. Kalau pemimpin mau turun ke bawah, mereka akan tahu problem masyarakat. Saya bukan tipe penyabar, segala sesuatu maunya cepat. Harus terbuka, tidak ada yang disembunyikan, dan apa adanya. Saya pecinta kerja keras. Biasanya saya tidur jam 12 malam dan bangun jam 4.30 atau jam 5 pagi. Malam-malam saya sering keliling melihat PG.

Pengalaman Anda yang paling berkesan?
Pengalaman tak terlupakan yaitu waktu menjalankan mesin pertama kali di PT Industri Gula Nusantara (IGN). Saya hampir menangis, tapi malu. Itu kan pabrik yang sudah 10 tahun mati. Proses perbaikannya dimulai pada 2002 dan baru bisa dijalankan pada 2008 berbarengan dengan Olimpiade Beijing. Saat itu banyak yang meragukan. Saya tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Semakin orang meragukan, tekad saya semakin kuat. Saat itu ada doktor yang meragukan saya. Saya bilang, kalau saya berhasil, saya akan datang kepada Anda. Setelah berhasil, saya datangi dia.

Obsesi Anda yang belum tercapai?
Saya ingin memproduksi gula hingga 1 juta ton per tahun. Ini saya targetkan dicapai dalam 10 tahun ke depan. Saya berencana membangun dua PG lagi di Jawa dan dua PG di luar Jawa. Kalau ada 5-6 PG lagi, produksi bisa 1 juta ton. Fokus dalam berbisnis sangat penting. Itu membutuh kan modal dan upaya. Jadi, saya harus kuatkan GMM dulu.

Mana yang lebih menentukan bagi Anda, kerja keras atau keberuntungan?

Saya memang pekerja keras, tetapi saya sangat percaya pada keberuntungan. Bisnis yang saya jalani sekarang merupakan suatu ketidaksengajaan. Anda tahu cita-cita saya dulu? Saya bercita-cita menjadi sopir bus antarkota antarprovinsi Kramat Jati atau Lorena karena saya suka ritmenya. Dulu saya sering naik bus tersebut, makanya tertarik. Saya tanya gaji sopirnya. Pada 1990, gaji mereka Rp 700 ribu per bulan, padahal insinyur teknik sipil yang baru lulus gajinya cuma Rp 250 ribu. Tapi, tentu saja keberuntungan akan datang kalau kita bekerja keras dan sungguh-sungguh. Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas.

Apa filosofi hidup Anda?

Filosofi saya yang terkait bisnis atau pekerjaan adalah jangan ambil hak orang. Itu sumber segalanya, sumber keserakahan, sakit hati, dan korupsi.

Bagaimana dukungan keluarga?

Keluarga saya sangat mendukung. Saya punya dua anak. Mereka mengerti aktivitas saya. Kebetulan istri saya juga pengusaha. Saya berkumpul dengan keluarga saat weekend. Intensitas pertemuan penting juga. Tapi bagi saya, yang penting kualitas. Saat di Jakarta, saya ikut mengantar anak-anak ke sekolah dan makan bersama. (*)

—————–

“ Begitulah memang apa yang dikatakan Beliau Bp Kamajaya, peduli terhadap rakyat kecil ( petani ) terutama petani tebu untuk menjadikan Indonesia swasembada gula yang pada akhirnya menuju masyarakat Indonesia makmur pada umumnya dan khususnya Kab. Grobogan Jawa Tengah dan sekitarnya.

“ Tapi, tentu saja keberuntungan akan datang kalau kita bekerja keras dan sungguh-sungguh. Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas” 

Memang betul apa yang Beliau Bp Kamajaya sampaikan…..”Keberuntungan tidak akan datang kepada orang yang malas”
Banyak pelajaran dari beliau dan Tim Proyek PT GMM karena saya ikut dalam pembangunan Proyek Pabrik Gula PT Ghendis Multi Manis………..Salam sukses selalu  buat Bp Kamajaya.

 

Diambil dari Rak Document Investor Daily Indonesia, Edisi Rabu, 8 Mei 2013

http://www.investor.co.id/wawancara/percayalah-pada-keberuntungan/60473

Sebuah Pilihan Jalan Menuju Kesuksesan

4 Agustus 2013 1 komentar

 DSC00661

Pilihan Menentukan Kesuksesan

Ketika sobat Rep Powerplant mendengar kata pilihan, tentu sobat membayangkan begitu banyak variasi hidup yang bisa sobat dapatkan tergantung apa yang menjadi keinginan kita. Begitu juga dengan kehidupan sobat masing-masing , sobat juga sebenarnya bisa menentukan banyak pilihan. Mau atau tidak tergantung pribadi masing-masing apakah berani mengambil resiko atas pilihan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Suatu hari saya mendengar salah seorang punggawa Rep Powerplant mengatakan kepada saya, dimanapun kamu kerja dan perusahaan yang baru sekalipun, hasilnya tetap sama, tidak pernah berubah. Kebetulan teman saya bekerja sebagai seorang Penembak Jitu (Surveyor)  perusahaan kontraktor ternama. Saya hanya berpikir dan berpikir kembali. Apakah nasib nya juga akan sama ?

Kemudian saya kembali bertanya perihal sejarah pekerjaan yang diambil sejak awal mula bekerja. Teman saya menjawab bahwa dia bekerja sudah lebih dari 3 tahunan sebagai “Penembak Jitu” . Jadi intinya ia bekerja pada bidang yang sama selama itu dan mendapatkan hasil yang tidak pernah membuat ia puas.

Mungkin pertanyaan dan jawaban diatas juga terjadi pada sobat Rep Powerplant dimanapun kalian berada, baik yang sedang bekerja maupun yang buka usaha yang sama tapi hasilnya tidak pernah seperti yang sobat harapkan. Akibatnya timbul sebuah kejenuhan dan tidak pernah mencapai sebuah kesuksesan. Tetapi situasi ini memang tidak terjadi pada semua orang, karena ada yang sukses besar dengan melakukan pekerjaan yang sama sampai akhir hayatnya.

Jangan pernah berkecil hati dan Jangan pernah menyerah!

DSC00018

Bagi yang belum berhasil, mungkin saatnya kita menentukan pilihan lain. Lakukan instropeksi diri , apakah ada yang salah dengan diri sobat ? Lalu sobat mencoba mencari jalan keluar dengan memperbaiki diri. Bila telah dilakukan usaha tetapi hasil sama, maka saatnya sobat menentukan pilihan lain yang lebih baik.

Kita mencari apa yang menjadi passion atau keinginan terbesar dalam diri sobat, lalu sobat kembangkan dengan segala macam cara. Memang tidak semua keinginan sobat bisa mencapai sukses, tetapi setidaknya kita telah menentukan pilihan yang sobat inginkan.

Untuk melakukan pilihan yang telah sobat pilih, diperlukan keberanian dan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan dan hambatan yang akan terjadi pada diri sobat. Ini yang dinamakan keberanian menerima segala resiko yang akan terjadi.

DSC00075

Semakin berani sobat menghadapi resiko yang akan terjadi, kemungkinan besar semakin cepat sobat akan mencapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Bila sobat gagal , kita akan belajar dan belajar terus untuk memperbaiki diri dan mencapai apa yang kita inginkan.

Bila kita takut gagal, takut jatuh, takut rugi, sifat diatas tidak akan pernah membuat diri kita memilih apa yang terbaik. Kita akan tertumpu pada satu titik dn tidak akan pernah bergerak ketempat lain untuk mencari yang titik yang lebih baik.

Jika kita sudah menentukan pilihan yang sesuai. Kita kembali menilai apakah pilihan yang kita ambil sudah sesuai dengan tujuan utama kita. Bila sudah , cobalah terus menciptakan sebuah kreasi dan timbulkan dalam diri untuk terus mengembangkan kreativitas yang ada.

Tetapi jika belum, cari terus pilihan yang tepat dan jalankan dengan penuh semangat. Pada saatnya kita akan menuai dari hasil yang kita tabur. Selamat menentukan pilihan!

 

Bagaimana dengan kalian semua sobat Rep Powerplant?

Salam hangat dari Tepi sungai Mahakam – East Borneo.

Kategori:Diarry Ku Tag:,

“ Keberanian ” Kunci Untuk Mencapai Kemenangan

 DSC00457

Keberanian

Keberanian adalah sebuah tindakan yang dilakukan seseorang karena adanya sebuah tekanan atau sebuah aktivitas yang membutuhkan feedback dari orang tersebut. Keberanian ini muncul pada saat kita mengalami sebuah tantangan atau hambatan yang harus kita selesaikan.

Tetapi sering sekali orang bersifat pasif atau tidak bisa melakukan apa-apa ketika aktivitas/hambatan/ rintangan itu muncul yang kita namakan tidak memiliki keberanian untuk memulai atau bertindak.

Keberanian dipengaruhi banyak faktor dari internal maupun eksternal. Bila dilihat dari sudut pandang internal , keberanian muncul ketika kita mengalami sebuah tekanan yang berat dalam hidup kita, sehingga membuat kita untuk segera mengambil tindakan melawan atan melakukan tindakan secara cepat.

Misalnya saat kita telah di PHK atau tidak bekerja, kita berpikir keras untuk mencari jalan keluar dengan cara berbisnis atau usaha kecil-kecilan. Walaupun kita tidak memiliki dasar untuk berbisnis, tetapi dengan keberanian yang tinggi kita berusaha untuk segera memulai dan kembali belajar agar bisa mencapai kesuksesan.

Beberapa pendapat mengatakan tidak banyak atau sulit untuk orang untuk memulai sebuah usaha dengan keberanian yang ada dan akhirnya tidak pernah berusaha karena merasa takut akan kegagalan. Yang perlu diingat adalah awal usaha kita merupakan pondasi kita untuk berkembang lebih besar karena kita memiliki pondasi yang kuat.

Sedangkan faktor eksternal disebabkan pandangan orang lain terhadap diri kita. Bila kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa , maka orang lain akan menilai diri kita seorang pengecut , karena tidak berusaha untuk mengapai sesuatu dalam hidup.Salah satu faktor diatas membuat kita untuk bertindak cepat dan tindakan itu sendiri memerlukan keberanian untuk memulai.

Seseorang yang ingin sukses dalam hidup ini perlu memiliki mental keberanian. Keberanian untuk ber tindak, keberanian untuk mempertahankannya, dan keberanian untuk selalu mengembangkannya.

Keberanian dipengaruhi faktor cita-cita apa yang hendak kita capai, bagaimana kita tindakan kita untuk mengapai cita-cita tersebut dan hasil akhir cita-cita yang kita capai dengan penuh semangat yang merupakan passion atau keinginan kita.

Banyak ahli mengatakan butuh keberanian untuk mencapai sebuah kesuksesan , dan salah satunya adalah Sun Tzu yaitu seorang filsuf dan ahli perang yang mengatakan butuh keberanian untuk mencapai sebuah kemenangan.

DSC00167

Memang keberanian perlu tindakan yang berasal dalam diri kita sendiri. Dibutuhkan motivasi atau dukungan untuk bisa menimbulkan keberanian dalam diri. Tanamkan rasa percaya diri dan niat yang tinggi, semangat yang kuat, fokus pada apa yang ingin kita capai serta keinginan yang hendak dicapai agar keberanian muncul.

Keberanian menjadi salah satu alat dalam diri agar bisa mengapai apa yang menjadi passion kita. Sering kita mendengar bahwa tidak banyak orang memiliki keberanian untuk memulai karena takut ditolak, takut gagal , takut rugi , takut berhutang dan sebagainya.

Bila kita ingin mencapai sesuatu yang berharga dalam hidup kita, maka perlu menanamkan sikap berani.Karena sikap berani membawa kita kearah yang lebih baik dengan catatan bahwa sikap berani yang kita miliki untuk hal-hal yang bermanfaat. Tanpa sikap berani kita hanya manusia yang tidak bisa mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita.

Bagaimana pendapat kalian Sobat Rep Powerplant?

 

Sesaat di Tepian sungai Mahakam, Awal bulan April 2013

Kategori:Diarry Ku Tag:,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 250 pengikut lainnya.